Drama Arsenal Siapa Dalang Kekacauan Lini Belakang

El-Shinta

19 Oktober 2026

3
Min Read

Ekonesia – Kemenangan tipis Arsenal atas Nottingham Forest di City Ground menyisakan tanda tanya besar terkait performa beberapa pemain kunci. Meskipun tiga poin berhasil diamankan berkat gol tunggal Noni Madueke, sorotan tajam justru mengarah pada Eberechi Eze yang tampil di bawah ekspektasi. Namun, di balik kegagalan Eze, ada nama Riccardo Calafiori yang performanya juga jauh dari kata memuaskan, namun terabaikan dari perhatian publik.

Laga tandang ke markas Nottingham Forest berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan The Gunners. Noni Madueke, yang masuk menggantikan Eze di awal babak kedua, menjadi pahlawan kemenangan sekaligus dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan. Pergantian ini membuktikan keputusan Mikel Arteta sangat tepat.

Drama Arsenal Siapa Dalang Kekacauan Lini Belakang
Gambar Istimewa :

Eze hanya bertahan 45 menit di lapangan. Pemain internasional Inggris itu tercatat hanya menyentuh bola sebanyak 21 kali sebelum akhirnya ditarik keluar. Penampilannya benar-benar mengecewakan. Ia bahkan sempat terjatuh di kotak penalti lawan setelah menerima umpan dari Declan Rice, kehilangan bola, dan memicu serangan balik berbahaya bagi Forest. Rice terpaksa berlari mundur untuk memperbaiki situasi, namun justru melakukan pelanggaran yang berujung tendangan bebas berbahaya di dekat kotak penalti Arsenal.

Statistik Eze selama di lapangan memang mengkhawatirkan. Laga melawan Nottingham Forest adalah kesempatan pertamanya menjadi starter di Premier League musim ini, namun hanya bertahan satu babak. Total menit bermainnya di kasta tertinggi Liga Inggris baru mencapai 130 menit, menandakan musim yang belum berjalan mulus baginya.

Di sisi lain, bek asal Italia, Riccardo Calafiori, juga menjalani pertandingan yang kurang meyakinkan. Keterpurukan Eze yang begitu mencolok membuat performa Calafiori yang goyah nyaris luput dari pengamatan.

Beberapa media menyoroti penampilan Calafiori. Evening Standard memberikan nilai 5 dari 10, menilai sang bek minim kontribusi dalam serangan dan operannya yang ceroboh di babak pertama memicu serangan balik berbahaya Forest. Koordinasinya dengan Eze maupun Madueke di sisi kiri juga dinilai belum terbangun alami, membuatnya terlihat "sangat sepi" sepanjang laga.

Media football.london memberikan nilai sedikit lebih baik, yakni 6, namun tetap menyoroti umpan lemah Calafiori yang sempat menyulitkan Gabriel Magalhaes di babak pertama. Meskipun sempat membaik setelah jeda, chemistry permainannya dengan Eze dinilai masih kurang padu. Bahkan Mikel Arteta sempat menarik perhatian kedua pemain itu ke pinggir lapangan untuk memberikan instruksi khusus.

Penilaian GIVEMESPORT juga tidak terlalu menguntungkan Calafiori, memberinya nilai D setelah melakukan kesalahan besar di babak pertama dan beberapa kali kehilangan penguasaan bola. Ia juga tampak kesulitan menghadapi gempuran Liam Delap yang terus menyerang dari sisi pertahanannya.

Secara statistik menyerang, Calafiori sebenarnya tidak sepenuhnya buruk, mencatatkan tiga sentuhan di kotak penalti lawan dan akurasi umpan mencapai 95 persen, termasuk 11 umpan yang berhasil melewati garis tekanan lawan. Namun, kontribusi defensifnya terbilang minim, hanya membukukan dua intersepsi dan satu sapuan sepanjang pertandingan.

Kegagalan Eze memang mengalihkan perhatian, namun situasi Calafiori kini bisa menjadi perhatian tersendiri bagi sang bek Italia. Dengan Piero Hincapie yang berpeluang menggeser posisinya di susunan pemain utama, Calafiori perlu ekstra waspada jika ingin mempertahankan tempatnya di tim asuhan Mikel Arteta.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post