Ekonesia – Stadion Anfield yang legendaris menjadi saksi bisu kehancuran Liverpool. Dalam laga lanjutan Liga Inggris musim 2026-2027, Manchester City sukses menghajar tuan rumah dengan skor telak 3-0 pada Minggu malam 11 Oktober 2026. Erling Haaland, Jeremy Doku, dan Rayan Cherki tampil sebagai pahlawan kemenangan bagi The Citizens, namun momen krusial yang mengubah jalannya pertandingan adalah kartu merah yang diterima Ryan Gravenberch di menit ke-63.
Baca juga: UMKM Naik Kelas! BSI Lahirkan Wirausaha Tangguh?
Sejak peluit awal dibunyikan, Liverpool menunjukkan semangat juang tinggi di hadapan pendukung setia mereka. The Reds tampil agresif, langsung menekan pertahanan Manchester City dan berulang kali menciptakan ancaman. Pada menit keempat, Florian Wirtz mencoba membongkar pertahanan lawan, namun umpan terobosannya masih terlalu jauh untuk dijangkau. Tekanan dari tuan rumah terus berlanjut sepanjang paruh pertama. Bradley Barcola dan para gelandang Liverpool beberapa kali menguji lini belakang City, namun penyelesaian akhir mereka belum menemui sasaran.
Manchester City, yang diasuh Enzo Maresca, perlahan mulai menemukan ritme permainan. Memasuki pertengahan babak pertama, mereka mampu menguasai bola dan melancarkan serangan balik berbahaya. Fernandez sempat melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-35, namun kiper Liverpool sigap mengamankan bola. Duet Iliman Ndiaye dan Erling Haaland juga beberapa kali mengancam, tetapi kebuntuan belum terpecahkan hingga jeda turun minum dengan skor kacamata 0-0.
Baca juga: Keluarga Ini Kaya Raya Turun Temurun Gegara Tanaman Disebut Al-Qur’an
Memasuki babak kedua, Liverpool kembali tancap gas. Lewis Koumas nyaris membuka keunggulan di menit ke-48 setelah memanfaatkan celah di pertahanan City, namun Gianluigi Donnarumma tampil gemilang dengan penyelamatan krusial. Gravenberch dan Alexis Mac Allister juga mencoba peruntungan dengan tembakan jarak jauh, salah satunya memaksa Donnarumma kembali beraksi, sementara yang lain melenceng tipis. City membalas melalui pergerakan Antoine Semenyo yang merepotkan lini belakang Liverpool.
Momen penentu terjadi pada menit ke-63. Ryan Gravenberch menerima kartu kuning kedua setelah melanggar Jeremy Doku, yang berujung pada pengusiran sang gelandang dari lapangan. Keputusan wasit ini memaksa Liverpool bermain dengan sepuluh pemain, sebuah situasi yang langsung dimanfaatkan Manchester City. Hanya dua menit berselang, Erling Haaland memecah kebuntuan. Berawal dari penetrasi Doku yang tembakannya diblok, bola liar jatuh ke kaki Haaland yang langsung menyambar dengan kaki kiri dari jarak sekitar 11 meter, mengubah skor menjadi 1-0.
Gol tersebut menambah kepercayaan diri Manchester City. Mereka semakin leluasa membongkar pertahanan Liverpool yang pincang. Jeremy Doku kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-68 melalui aksi individu brilian. Winger Belgia itu kembali menusuk dari sisi kiri, lalu melepaskan tembakan melengkung yang bersarang indah di pojok kanan atas gawang Liverpool. Gol ini menunjukkan kualitas individu Doku yang sulit dihentikan, terutama setelah Liverpool kehilangan satu pemain.
Pesta gol City belum berakhir. Pada menit ke-78, Rayan Cherki mencetak gol ketiga melalui kombinasi serangan yang memukau. The Citizens membangun serangan dengan operan-operan pendek yang melibatkan seluruh pemain di lapangan selama hampir dua menit. Cherki kemudian melakukan umpan satu-dua di tepi kotak penalti, berputar mencari ruang, dan menuntaskan peluang dengan tembakan mendatar yang tak terjangkau kiper. Gol ini mengukuhkan dominasi City di babak kedua dengan skor 3-0.
Liverpool berupaya keras memperkecil ketertinggalan di menit-menit akhir. Alexis Mac Allister mendapat kesempatan tendangan bebas dari jarak 23 meter pada menit ke-87, namun sepakannya terlalu lemah. Pergantian pemain dengan masuknya Joe Gomez, Federico Chiesa, Jeremie Frimpong, dan Rio Ngumoha juga tak mampu mengubah keadaan. Liverpool harus menerima kekalahan telak 0-3 di kandang sendiri.
Peluit panjang akhirnya berbunyi, memastikan Manchester City membawa pulang tiga poin penting dari Anfield. Kemenangan ini menjadi hasil krusial bagi City dalam perburuan gelar Liga Inggris 2026-2027. Sebaliknya, Liverpool harus mengevaluasi performa mereka, terutama bagaimana mereka gagal menjaga keseimbangan permainan setelah kehilangan satu pemain. Efektivitas Manchester City di babak kedua, yang mampu mengonversi keunggulan jumlah pemain menjadi tiga gol, menjadi pembeda utama dalam pertandingan ini. Untuk berita olahraga terkini, jadikan Ekonesia sumber pilihan Anda.



Tinggalkan komentar