Ekonesia – Pernyataan kontroversial Trent Alexander-Arnold beberapa waktu lalu mengenai nilai trofi Liverpool kini kembali menggema. Bak sebuah ramalan, ucapan sang bek yang kini membela Real Madrid tersebut seolah menemukan pembenaran setelah Manchester City terbukti melanggar 114 regulasi finansial Premier League. Sebuah skandal yang kini menempatkan seluruh pencapaian The Citizens dalam sorotan tajam.
Baca juga: DPR Yakin Maroef Sjamsoeddin Lancarkan MIND ID!
Sebelumnya, Alexander-Arnold sempat membuat heboh dengan klaim bahwa gelar yang diraih Liverpool memiliki bobot emosional dan makna lebih dalam bagi para pendukungnya dibandingkan dengan trofi Manchester City. Alasannya, ia menyoroti perbedaan cara kedua klub membangun kekuatan finansial mereka. Sebuah pandangan yang kala itu memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar sepak bola.
Erling Haaland, penyerang tajam Manchester City, tak tinggal diam. Dengan nada meremehkan, Haaland menanggapi pernyataan Alexander-Arnold. "Jika dia ingin mengatakan itu, oke. Saya sudah di sini satu tahun dan memenangkan treble. Rasanya cukup menyenangkan," ujar Haaland, seolah menyindir Alexander-Arnold yang belum pernah merasakan manisnya meraih tiga gelar sekaligus dalam semusim.
Baca juga: Mobil Awet Bertahun-tahun? Ini 8 Tips Rahasianya!
Namun, roda nasib berputar. Komisi independen kini telah mengonfirmasi bahwa Manchester City terbukti bersalah atas 114 pelanggaran regulasi keuangan serta kegagalan bekerja sama dalam investigasi. Putusan ini sontak menimbulkan keraguan besar terhadap legitimasi seluruh gelar yang telah diraih City sejak tahun 2009, termasuk treble bersejarah yang dibanggakan Haaland, dua gelar Premier League, Piala FA, Piala Liga, dan Piala Super Eropa.
Alexander-Arnold sendiri, yang memulai kiprahnya bersama Liverpool pada Oktober 2016 dan membukukan 354 penampilan, telah merasakan pahit manisnya persaingan dengan City. Selama sembilan tahun di tim utama, ia mengoleksi sejumlah trofi bergengsi seperti dua Liga Inggris, Liga Champions, Piala FA, Piala Liga, Piala Dunia Antarklub, dan Piala Super Eropa. Ia juga menjadi bagian dari skuad The Reds yang dua kali harus merelakan gelar Liga Inggris kepada City hanya dengan selisih satu poin.
Meskipun Alexander-Arnold tidak secara spesifik mengaitkan ucapannya pada Maret 2024 dengan tuduhan pelanggaran finansial terhadap City, kini, lebih dari dua setengah tahun kemudian, komentarnya tersebut seolah menjadi sebuah prediksi yang terbukti. Sebuah pandangan yang dulu dianggap kontroversial, kini justru dipandang sebagai sebuah kebenaran yang terkuak.
Perjalanan karier Alexander-Arnold sendiri cukup menarik. Setelah kontraknya habis, ia memilih melanjutkan petualangan bersama Real Madrid. Keputusan ini sempat membuat pernyataan lamanya tentang mimpinya menjadi kapten Liverpool seperti Steven Gerrard, atau bahkan keinginannya meraih Ballon d’Or ketimbang kembali menjuarai Liga Champions, kembali diperbincangkan.
Secara statistik, dalam delapan tahun terakhir, Liverpool di bawah asuhan Jurgen Klopp dan Arne Slot berhasil mengamankan delapan trofi. Angka ini masih di bawah 15 trofi yang diraih Manchester City selama periode investigasi berlangsung. Namun, dengan adanya putusan bersalah ini, perbandingan jumlah trofi tersebut kini memiliki makna yang jauh berbeda. Jadikan ekonosia.com sumber berita pilihan Anda!



Tinggalkan komentar