Ekonesia – Malam pembuka Liga Champions bagi Manchester City diwarnai drama tak terduga. Penyerang andalan mereka, Erling Haaland, tak hanya sukses membukukan dua gol krusial yang mengunci kemenangan atas Porto, namun juga terlibat insiden panas di penghujung laga. Ketegangan memuncak sesaat setelah bomber Norwegia itu mencetak gol keduanya, menciptakan keributan yang menyita perhatian.
Baca juga: IHSG Melonjak Tajam! Cuan Menggila?
Momen kontroversial itu bermula dari tekel terlambat gelandang Porto, Pablo Rosario, yang menjatuhkan Haaland di menit-menit akhir. Reaksi keras langsung ditunjukkan Haaland, memicu adu argumen yang cepat berubah menjadi dorong-dorongan fisik. Beberapa pemain dari kedua kubu sempat ikut terlibat dalam kericuhan singkat tersebut sebelum wasit sigap melerai situasi. Akibat insiden itu, baik Haaland maupun Rosario sama-sama diganjar kartu kuning.

Terlepas dari insiden tersebut, Haaland sekali lagi membuktikan statusnya sebagai mesin gol tak terbendung di panggung Eropa. Dua lesakannya memastikan The Citizens mengamankan tiga poin penting di laga pembuka grup. Catatan impresifnya semakin mengukuhkan dominasinya, kini dengan torehan 59 gol dari 59 penampilan di ajang Liga Champions, sebuah statistik yang sungguh luar biasa.
Baca juga: Piala Dunia Inggris Kroasia Duel Pembuka Maut
Performa mematikan Haaland bahkan menuai pujian tinggi dari rekan setim barunya, Enzo Fernandez. Gelandang energik tersebut tak segan melabeli Haaland sebagai pemain yang sangat ganas di depan gawang lawan. "Erling Haaland itu kejam. Dia buas, jadi setiap kali ia di lapangan, saya akan terus mengawasinya, dan berharap saya bisa memberikannya assist lebih banyak," ungkap Fernandez kepada Amazon Prime pasca pertandingan.
Sebelum drama Haaland, Manchester City sebenarnya sudah menunjukkan dominasi sejak babak pertama. Laga ini juga menandai debut starter bagi Ayyoub Bouaddi, gelandang muda yang didatangkan dari Lille dengan mahar fantastis sekitar Rp1,95 triliun. Menariknya, Bouaddi menjadi gelandang termahal ketiga yang direkrut City pada bursa transfer tersebut, di bawah Enzo Fernandez dan Elliott Anderson yang nilai transfernya melampaui angka tersebut. Bouaddi dan Fernandez tampil solid di lini tengah, namun ketangguhan kiper Porto, Diogo Costa, berkali-kali mematahkan peluang berbahaya City, sebelum akhirnya dua gol Haaland menjadi pembeda.
Kemenangan atas Porto ini sekaligus memperpanjang rekor positif Manchester City dengan empat kemenangan beruntun di semua kompetisi. Sebagai juara bertahan Liga Champions 2023, The Cityzens memulai kampanye Eropa mereka dengan langkah yang meyakinkan. Tantangan berikutnya di kancah Eropa akan semakin berat, di mana mereka dijadwalkan menjamu juara bertahan Paris Saint-Germain di kandang sendiri.




Tinggalkan komentar