Ekonesia – Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah menggodok sebuah gebrakan besar untuk merevolusi kualitas buku pelajaran di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar hingga Menengah Atas. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian integral dari upaya menyeluruh meningkatkan mutu pendidikan nasional.
Baca juga: Bintang Liverpool Terancam Hengkang Godaan Miliaran Dolar
Inisiatif pembenahan ini bermula dari perhatian serius Presiden Prabowo yang secara langsung meninjau kondisi buku-buku ajar di berbagai sekolah. Beliau menemukan banyak buku yang rapuh, mudah rusak, bahkan dengan ukuran tulisan yang terlalu kecil sehingga menyulitkan siswa, terutama di tingkat dasar, untuk membaca dengan nyaman. Pengamatan inilah yang kemudian memicu arahan tegas untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap materi pembelajaran yang digunakan.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya ditugaskan untuk memimpin studi komparatif. Mereka diminta untuk mempelajari dan membandingkan isi serta kualitas buku sekolah dari beberapa negara tetangga. Sejumlah literatur dari Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Timor Leste, Kamboja, hingga Vietnam kini telah terkumpul sebagai bahan acuan.
Baca juga: ASN Merapat! Investasi SBR, Masa Pensiun Aman?
Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa perbaikan kualitas buku ajar adalah kunci utama dalam peningkatan pendidikan, di samping peningkatan kompetensi guru dan fasilitas sekolah. "Intinya, kami ingin memastikan setiap peserta didik mendapatkan buku ajar terbaik," tegasnya belum lama ini di Kompleks Istana Kepresidenan.
Untuk merealisasikan proyek ambisius ini, sebuah tim gabungan telah dibentuk. Tim ini melibatkan pakar dari Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Mereka bertugas menganalisis temuan dari studi banding dan merumuskan standar baru untuk buku pelajaran di Indonesia.
Teddy Indra Wijaya menambahkan, gagasan inovatif juga muncul untuk mendigitalisasi buku-buku pelajaran. Nantinya, buku-buku ini dapat diakses melalui pemindaian atau unduhan, serta terintegrasi dengan layar pintar interaktif yang akan didistribusikan ke setiap sekolah. Konsep ini diharapkan dapat menjadikan proses belajar mengajar lebih dinamis dan relevan dengan perkembangan teknologi.










Tinggalkan komentar