Liverpool Kejar Permata PSG Penerus Salah

El-Shinta

5 Agustus 2026

2
Min Read

Ekonesia – Era pasca-Mohamed Salah di Anfield memicu perburuan sengit Liverpool untuk menemukan talenta baru di lini serang. Di tengah upaya mengisi kekosongan yang ditinggalkan sang ikon, The Reds kini mengalihkan pandangan ke Paris Saint-Germain, menargetkan penyerang muda berbakat, Ibrahim Mbaye. Menariknya, pemain berusia 18 tahun ini dilaporkan lebih condong untuk berlabuh di Merseyside ketimbang opsi lain dari klub-klub Bundesliga yang juga meminatinya.

Klub Merseyside tersebut tak membuang waktu. Laporan terkini menyebutkan bahwa Liverpool telah menjalin komunikasi dengan agen Mbaye, Jorge Mendes. Langkah ini diambil di tengah situasi pelik yang menyelimuti masa depan Mbaye di Paris, di mana hubungannya dengan manajemen klub dikabarkan memburuk. Sebelumnya, RB Leipzig hampir mendapatkan tanda tangan Mbaye, namun kesepakatan itu kandas setelah rencana kepindahan Yan Diomande ke PSG tak terwujud. Momen inilah yang dimanfaatkan Liverpool untuk masuk dalam persaingan ketat.

Liverpool Kejar Permata PSG Penerus Salah
Gambar Istimewa : gilabola.com

Selain Liverpool, sejumlah raksasa Jerman seperti Borussia Dortmund, Bayer Leverkusen, dan RB Leipzig juga masih memantau perkembangan situasi pemain tim nasional Senegal ini. Mbaye sendiri terikat kontrak dengan PSG hingga Juni 2028, dengan gaji yang cukup fantastis, sekitar 329 juta rupiah setiap pekan. Musim lalu, ia mencatatkan 24 penampilan di Ligue 1 dengan total 1.006 menit bermain, menyumbangkan tiga gol dan dua assist, serta empat kali tampil di Liga Champions.

Namun, perjalanan Mbaye di PSG tidak selalu mulus. Sumber internal menyebutkan adanya keretakan hubungan antara sang pemain muda dengan pihak klub, dipicu oleh isu disiplin dan negosiasi kontrak. Manajemen PSG dikabarkan menyoroti masalah ketepatan waktu, kondisi fisik, hingga berat badan yang disinyalir akibat pola makan yang kurang tepat. Persoalan ini tak ayal berdampak pada berkurangnya menit bermain yang ia dapatkan.

Kontroversi lain juga sempat mencuat saat Piala Afrika berlangsung, ketika Mbaye diduga mengunggah pesan di Snapchat yang mengklaim Senegal "dirampok" dalam final melawan Maroko, meskipun ibunya berasal dari Maroko. Dalam kurun waktu kurang dari setahun, Mbaye juga dikabarkan telah tiga kali berganti agen, menambah kerumitan dalam saga transfernya.

Tak hanya itu, muncul pula laporan mengenai sejumlah syarat yang diajukan Mbaye sebelum menentukan klub barunya. Persyaratan tersebut meliputi pembagian komisi, hak citra, biaya perjalanan, fasilitas khusus bagi keluarga, hingga dukungan pendanaan untuk yayasan, rumah sakit, sekolah, dan akademi sepak bola di Senegal. Berbagai tuntutan ini diprediksi akan membuat proses negosiasi transfernya menjadi sangat kompleks dan menantang bagi klub peminat mana pun.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post