OJK Buka Suara PHK Ratusan Karyawan KB Bank

Agus Riyadi

6 Juli 2026

2
Min Read

Ekonesia – Otoritas Jasa Keuangan OJK akhirnya angkat bicara terkait kabar pemutusan hubungan kerja besar-besaran di KB Bank. Isu perampingan karyawan yang mencapai lebih dari 600 orang dalam kurun Maret 2025 hingga Maret 2026 ini sontak menarik perhatian publik.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Ra menjelaskan bahwa setiap bank wajib berkonsultasi dengan OJK sebelum menerapkan kebijakan strategis seperti ini. Langkah tersebut merupakan bagian dari penyesuaian yang dilakukan oleh manajemen bank asal Korea Selatan itu.

OJK Buka Suara PHK Ratusan Karyawan KB Bank
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dian menegaskan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara perusahaan dan pekerja. Ia menekankan agar proses perampingan ini tidak memicu perselisihan atau konflik antara KB Bank dengan para pegawainya. "Dalam program rasionalisasi, bank biasanya sudah menyiapkan dana kompensasi dan biaya terkait lainnya. Sejauh ini jarang terjadi sengketa, apalagi dalam kondisi rasionalisasi," ungkap Dian belum lama ini.

Lebih lanjut Dian membeberkan bahwa KB Bank tengah menjalankan program "turnaround" atau transformasi besar-besaran. Pergeseran fokus dari tenaga manusia menuju pemanfaatan teknologi menjadi inti strategi ini. Ia mencontohkan penggunaan sistem IT baru yang lebih responsif, khususnya untuk memenuhi permintaan kredit segmen UMKM. "Penanganan berbagai isu lain juga sudah berjalan sesuai rencana," tambahnya.

Sebelumnya KB Bank memang mencatatkan pengurangan jumlah karyawan dan kantor cabang yang signifikan. Laporan keuangan per 31 Maret 2026 menunjukkan jumlah karyawan tetap dan tidak tetap KB Bank mencapai 2.265 orang. Angka ini menyusut drastis sebanyak 662 orang dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya yang berjumlah 2.927 orang.

Selain itu jumlah kantor cabang pembantu KCP KB Bank juga berkurang 21 unit menjadi 120 unit per kuartal I-2026 dari 141 unit pada periode yang sama tahun lalu. Sebaliknya jumlah kantor cabang utama justru bertambah 1 unit menjadi 29 unit. Peningkatan pesat juga terlihat pada jumlah ATM yang melonjak dari 31 unit menjadi 154 unit dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie mengonfirmasi bahwa optimalisasi tenaga kerja dan penyesuaian jaringan kantor adalah bagian dari transformasi berkelanjutan. Tujuannya adalah membangun organisasi yang lebih kokoh adaptif dan berkesinambungan. "Langkah ini mempertimbangkan perubahan kebutuhan nasabah dinamika industri perbankan serta meningkatnya adopsi layanan digital," jelas Kunardy.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post