Sejak awal pertandingan, Argentina langsung mengambil inisiatif serangan. Dominasi penguasaan bola menjadi ciri khas permainan mereka, namun pertahanan Tanjung Verde yang disiplin membuat Lionel Messi dan kawan-kawan kesulitan menembus. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-29. Sang kapten, Lionel Messi, menunjukkan magisnya dengan mencetak gol pembuka, sekaligus menjadi gol ke-20-nya sepanjang sejarah partisipasi di Piala Dunia. Gol tersebut membawa Argentina unggul 1-0 hingga jeda babak pertama.
Baca juga: Lulusan Merapat UMK Gelar Job Fair Akbar 2025!
Memasuki paruh kedua, Tanjung Verde menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Meski terus ditekan, mereka berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-59 melalui aksi Deroy Duarte yang memanfaatkan umpan matang Ryan Mendes. Kiper Tanjung Verde, Vozinha, juga tampil gemilang, berkali-kali menggagalkan peluang emas dari Messi, Enzo Fernandez, dan Alexis Mac Allister, menjaga asa timnya tetap hidup.

Ketika pertandingan memasuki menit-menit krusial, Argentina kembali unggul. Di menit ke-92, Alexis Mac Allister mengirimkan umpan terukur yang berhasil diselesaikan dengan dingin oleh Lisandro Martinez, mengubah skor menjadi 2-1 dan seolah memastikan kemenangan bagi Albiceleste. Namun, kegembiraan itu tak bertahan lama. Tanjung Verde sekali lagi menunjukkan mental baja. Pada menit ke-103, Sidny Cabral sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah menerima umpan dari Yannick Semedo, memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.
Baca juga: Persis Solo Menang Dramatis Nasib Ditentukan Besok
Babak perpanjangan waktu berlangsung dengan intensitas tinggi. Argentina terus mengurung pertahanan lawan, sementara Tanjung Verde sesekali melancarkan serangan balik berbahaya melalui Willy Semedo, Diney Borges, dan Hélio Varela. Setelah Cristian Romero menyia-nyiakan peluang emas di menit ke-111, dewi fortuna akhirnya berpihak pada Argentina. Tekanan tanpa henti di depan gawang membuat Diney Borges melakukan kesalahan fatal, mengarahkan bola ke gawangnya sendiri. Gol bunuh diri tersebut membawa Argentina kembali memimpin 3-2.
Sisa waktu pertandingan menjadi sangat menegangkan. Emiliano Martinez melakukan penyelamatan krusial di menit ke-119 untuk menggagalkan peluang Diney Borges, sementara lini belakang Argentina bekerja keras menahan gempuran terakhir Tanjung Verde. Hingga peluit panjang dibunyikan di menit ke-122, skor 3-2 tetap bertahan. Argentina pun sukses mengamankan tiket ke babak 16 besar, sementara Tanjung Verde harus pulang dengan kepala tegak setelah memberikan perlawanan yang sangat sengit.
Pertandingan ini, menurut analisis mendalam Ekonesia, menjadi cerminan bahwa Argentina masih harus berbenah. Mereka belum sepenuhnya nyaman menghadapi tim yang tampil disiplin dalam bertahan dan berani memanfaatkan setiap kesempatan. Di sisi lain, Tanjung Verde patut mendapat pujian atas kegigihan mereka yang mampu memaksa salah satu tim favorit juara bekerja keras hingga menit-menit terakhir. Tanpa penampilan heroik Vozinha dan semangat juang para pemainnya, laga ini mungkin sudah berakhir lebih cepat.



Tinggalkan komentar