Ekonesia – Pertarungan sengit di babak 32 besar Piala Dunia 2026 menyajikan drama tak terduga. Timnas Inggris, yang digadang-gadang sebagai salah satu favorit, harus berjuang mati-matian sebelum akhirnya memastikan tiket ke babak 16 besar. Dua gol krusial dari sang kapten, Harry Kane, di menit-menit akhir pertandingan menjadi penentu kemenangan dramatis 2-1 atas Republik Demokratik Kongo.
Baca juga: F-150 Bermasalah? Ford Tarik Ratusan Ribu Truk!
Kejutan besar langsung tersaji di Stadion saat laga baru berjalan tujuh menit. Brian Cipenga berhasil membungkam pendukung The Three Lions dengan gol pembuka untuk RD Kongo. Berawal dari umpan matang Chancel Mbemba, Cipenga dengan tenang menuntaskan peluang dari dalam kotak penalti, membuat skor berubah 1-0 untuk keunggulan tim Afrika. Gol cepat ini sontak memicu reaksi dari skuad Inggris yang langsung mengambil alih kendali permainan.

Meskipun mendominasi penguasaan bola dan menciptakan serangkaian serangan, Inggris kesulitan menembus pertahanan kokoh RD Kongo. Harry Kane sempat melihat upayanya diblokir, sementara Nico O’Reilly, Marcus Rashford, dan Jude Bellingham menyia-nyiakan beberapa kesempatan emas yang seharusnya bisa mengubah jalannya pertandingan. Hingga peluit babak pertama berbunyi, RD Kongo tetap mempertahankan keunggulan tipis 1-0 berkat disiplin pertahanan mereka.
Baca juga: Rating Indonesia Aman JCR Kembali Beri Nilai Tinggi
Memasuki paruh kedua, pelatih Inggris melakukan perubahan strategis dengan memasukkan Bukayo Saka, Anthony Gordon, dan Eberechi Eze. Pergantian ini terbukti memberikan suntikan energi baru pada lini serang Inggris. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan, meskipun Marcus Rashford masih belum beruntung dalam penyelesaian akhir. Di sisi lain, RD Kongo sesekali melancarkan serangan balik berbahaya melalui Nathanaël Mbuku dan Brian Cipenga, namun lini belakang Inggris tetap sigap.
Kesabaran Inggris akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-75. Anthony Gordon, yang baru masuk, menunjukkan kelasnya dengan mengirimkan umpan terukur yang langsung disambar Harry Kane. Tendangan akurat sang striker dari dalam kotak penalti sukses merobek jala gawang lawan, mengubah kedudukan menjadi 1-1 dan membangkitkan semangat The Three Lions. Gol ini secara drastis mengubah momentum pertandingan, dengan Inggris semakin gencar menyerang dan RD Kongo dipaksa lebih banyak bertahan.
Ketika pertandingan seolah akan berakhir imbang, Harry Kane kembali muncul sebagai pahlawan. Pada menit ke-86, Anthony Gordon lagi-lagi menjadi arsitek gol penentu. Umpan cerdiknya berhasil dimanfaatkan Kane untuk mencetak gol keduanya, membawa Inggris unggul 2-1. RD Kongo sempat mencoba membalas di masa tambahan waktu, dengan Yoane Wissa menciptakan peluang, namun tembakannya masih melenceng. Inggris berhasil menjaga keunggulan hingga wasit meniup peluit panjang.
Kemenangan ini menandai pertama kalinya Inggris berhasil membalikkan keadaan setelah tertinggal di Piala Dunia sejak tahun 1966 saat melawan Jerman. Hasil ini juga memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi empat pertandingan di turnamen bergengsi ini.
Analisis dari ekonesia.com menyoroti bahwa meskipun meraih kemenangan, performa Inggris masih jauh dari kata meyakinkan. Dominasi penguasaan bola baru benar-benar efektif setelah adanya perubahan pemain di babak kedua. Harry Kane memang menjadi pembeda, namun banyaknya peluang yang terbuang menunjukkan bahwa Inggris masih memiliki pekerjaan rumah besar jika ingin melangkah lebih jauh di kompetisi ini. Sementara itu, Republik Demokratik Kongo patut diacungi jempol atas perjuangan gigih mereka yang hampir sepanjang laga mampu membuat Inggris kewalahan, sebelum akhirnya takluk oleh dua momen krusial di penghujung pertandingan.




Tinggalkan komentar