Ekonesia – Gelombang ketertarikan terhadap investasi dan transaksi emas di Tanah Air sedang melonjak drastis. Fenomena ini tak lepas dari gejolak ekonomi dan geopolitik global yang memicu fluktuasi harga komoditas, menjadikan emas sebagai aset lindung nilai yang kian diminati. Kondisi ini secara langsung mendorong geliat bisnis emas di Indonesia.
Baca juga: YIA Jadi Hub Australia? Sultan HB X Beri Kejutan!
Salah satu pemain baru yang mencuri perhatian adalah Jual Emas Indonesia (JEI). Juansen, Pendiri JEI, mengungkapkan bahwa perusahaannya hadir untuk memenuhi kebutuhan jual beli logam mulia, bahkan menerima pembelian emas dalam bentuk apa pun. Meski baru tiga bulan beroperasi, JEI bukanlah pendatang baru sepenuhnya, melainkan merupakan pengembangan strategis dari bisnis perhiasan emas yang telah eksis sebelumnya.

JEI secara khusus membidik pasar ritel dengan fokus pada segmen yang sangat luas, mulai dari generasi milenial, Gen Z, hingga kelompok Boomer. Strategi ini menunjukkan upaya adaptif JEI dalam menjangkau beragam demografi investor yang kini semakin melek akan pentingnya diversifikasi aset.
Baca juga: Liverpool Krisis Pertahanan Incar Bintang Muda
Lalu, bagaimana prospek bisnis emas ini di tengah ketidakpastian global yang terus membayangi? Tantangan apa saja yang harus dihadapi para pelaku usaha di sektor ini? Pembahasan mendalam mengenai dinamika dan strategi bisnis emas ini sempat diulas dalam dialog bersama Juansen di program Closing Bell CNBC Indonesia, pada Jumat 19 Juni 2026 lalu.



Tinggalkan komentar