Momen Haru Pedro Cetak Gol Terakhir Penuh Magis

El-Shinta

24 Mei 2026

3
Min Read

Ekonesia – Sebuah perpisahan yang tak terlupakan terukir di Stadio Olimpico saat Pedro Rodríguez Ledesma, striker kawakan asal Spanyol, mengakhiri petualangannya bersama Lazio. Ia mencetak gol penentu kemenangan 2-1 atas Pisa pada pekan pamungkas Serie A, sebuah gol yang menjadi penutup manis dalam balutan jersey biru langit Aquile.

Suasana di markas Lazio sebenarnya jauh dari kata meriah. Rentetan kekalahan menyakitkan, termasuk di final Coppa Italia dan Derby della Capitale, telah menciptakan ketegangan internal. Bahkan, kelompok ultras Lazio tetap melanjutkan aksi protes mereka dengan memboikot pertandingan kandang, meskipun malam itu adalah momen perpisahan bagi salah satu pemain senior mereka.

Momen Haru Pedro Cetak Gol Terakhir Penuh Magis
Gambar Istimewa : gilabola.com

Pisa justru berhasil mengejutkan tuan rumah dengan membobol gawang lebih dulu pada menit ke-24. Kesalahan fatal Reda Belahyane di lini tengah melahirkan serangan balik cepat. Michel Aebischer mengirim umpan silang matang yang kemudian disundul Stefano Moreo dari jarak dekat, membuat Alessio Furlanetto tak berdaya.

Setelah tertinggal, Lazio sempat diliputi kecemasan. Pisa bahkan nyaris memperlebar jarak melalui skema umpan silang serupa dari sisi kanan, namun Furlanetto melakukan reaksi sigap krusial di depan gawang untuk menjaga asa timnya.

Baru setelah itu, tim ibu kota bangkit. Belahyane membayar tuntas kekeliruannya dengan manuver brilian di sisi kiri. Ia melewati lawan dengan nutmeg sebelum mengirim bola tarik ke tengah kotak penalti. Fisayo Dele-Bashiru berputar dan meluncurkan tembakan datar yang menyamakan kedudukan pada menit ke-33.

Dua menit berselang, seisi stadion akhirnya memiliki alasan untuk bersorak. Pedro menerima bola di luar kotak penalti lalu melepaskan tendangan melengkung kaki kiri ke pojok bawah gawang Pisa. Adrian Semper hanya bisa menyaksikan bola bersarang tanpa bisa berbuat banyak. Gol indah itu seketika mengubah nuansa pertandingan yang sebelumnya tegang.

Sebelumnya, Pedro sudah beberapa kali menebar bahaya dan memaksa Semper melakukan penyelamatan penting. Bahkan setelah jeda, ia kembali menjadi arsitek serangan saat memberikan umpan matang kepada Tijjani Noslin, meski peluang tersebut gagal berbuah gol.

Di sisi lain, Pisa terus terjerembap. Klub yang sudah dipastikan degradasi itu kini menutup musim dengan rentetan sembilan kekalahan beruntun. Mereka juga harus kehilangan Mehdi Leris yang mengalami cedera pergelangan kaki cukup serius di babak kedua.

Saat peluit panjang berbunyi, Pedro mendapatkan standing ovation dari para penonton yang hadir. Malam yang pahit bagi Lazio sepanjang beberapa pekan terakhir setidaknya ditutup dengan satu momen emosional dari pemain berusia 38 tahun tersebut.

Opini Ekonesia.com Pedro mungkin tidak lagi berada di puncak performanya, namun pertandingan ini menegaskan mengapa ia tetap dihormati. Dalam suasana klub yang sedang memanas dan stadion yang tidak sepenuhnya hidup, ia tetap tampil tenang dan menjadi penentu. Tidak banyak pemain senior yang bisa menutup perjalanan dengan momen seindah itu.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post