Guardiola Bongkar Rahasia Besar VAR Inggris

El-Shinta

13 Mei 2026

3
Min Read

Ekonesia – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, secara terang-terangan mengungkapkan ketidakpercayaannya terhadap sistem Video Assistant Referee (VAR) di Liga Inggris. Menurut arsitek tim asal Spanyol ini, keputusan yang dihasilkan VAR seringkali terasa seperti undian koin, sulit diprediksi, dan tidak pernah benar-benar ia yakini sejak awal penerapannya di tanah Inggris.

Sistem peninjauan video ini kembali menjadi pusat perbincangan hangat pekan ini. Insiden terbaru melibatkan gol West Ham United ke gawang Arsenal yang dianulir setelah proses tinjauan VAR yang memakan waktu cukup lama. Keputusan kontroversial tersebut dinilai memiliki dampak signifikan terhadap persaingan ketat di papan atas maupun bawah klasemen Premier League.

Guardiola Bongkar Rahasia Besar VAR Inggris
Gambar Istimewa : gilabola.com

Guardiola sendiri merasa timnya beberapa kali dirugikan oleh keputusan wasit, termasuk campur tangan VAR. Ia bahkan mengungkit sejumlah kejadian krusial dalam dua kekalahan The Citizens di final Piala FA pada musim 2024 dan 2025. "Kami harus menelan kekalahan di dua final Piala FA karena kinerja wasit, termasuk VAR, yang tidak berjalan sebagaimana mestinya," tegas Guardiola.

Pada final musim lalu, Manchester City takluk dari Crystal Palace. Kala itu, kiper Dean Henderson berhasil menepis tendangan penalti. Namun, sang penjaga gawang tim nasional Inggris tersebut sebenarnya berpotensi besar diganjar kartu merah karena menyentuh bola di luar kotak penalti, sebuah insiden yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan secara drastis. Setahun sebelumnya, skuad biru langit juga merasakan kekecewaan mendalam saat takluk dari Manchester United di final, lantaran merasa seharusnya mendapatkan dua hadiah penalti yang tidak diberikan.

Meskipun demikian, Guardiola menekankan bahwa para pemainnya harus mampu menunjukkan performa yang lebih baik agar tidak terus-menerus bergantung pada keputusan VAR. "Ketika situasi seperti ini terjadi, itu berarti kami harus bermain lebih optimal, bukan malah menyalahkan wasit atau VAR," lanjutnya. "Saya tidak pernah sepenuhnya percaya pada sistem ini sejak pertama kali tiba bertahun-tahun lalu. Saya selalu berpegang pada prinsip bahwa kami harus tampil lebih baik lagi, karena satu-satunya hal yang bisa kami kendalikan adalah performa kami sendiri. VAR itu ibarat lemparan koin yang hasilnya tak pasti."

Pernyataan Guardiola ini disampaikan menjelang laga penting melawan Crystal Palace pada Rabu dini hari WIB. Pertandingan tersebut wajib dimenangkan agar Manchester City dapat memangkas jarak poin dengan Arsenal di puncak klasemen menjadi hanya dua poin. Kendati demikian, peluang The Citizens untuk meraih gelar juara Premier League tetap akan sangat bergantung pada hasil dua pertandingan sisa Arsenal melawan Burnley dan Palace. "Tentu saja perburuan gelar Premier League tidak sepenuhnya berada di tangan kami. Saya selalu mengingatkan para pemain untuk terus meningkatkan kualitas permainan," pungkas Guardiola. "Satu-satunya hal yang bisa kami lakukan adalah memperbaiki performa kami sendiri, sebab itulah yang berada dalam kendali penuh kami."

Selain itu, pasukan Etihad juga akan menghadapi final Piala FA ketiga mereka dalam tiga musim terakhir, bersua Chelsea di Wembley pada Sabtu malam pukul 21.00 WIB.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post