Ekonesia – Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, baru saja mengukir sejarah baru di kancah Premier League. Gelandang serang asal Portugal ini sukses memecahkan rekor assist terbanyak dalam satu musim bagi klub berjuluk Setan Merah, sebuah pencapaian yang disebut-sebut tak lepas dari sentuhan magis pelatih sementara, Michael Carrick.
Baca juga: IHSG Ambles! Apa Penyebabnya?
Performa gemilang Fernandes musim ini memang patut diacungi jempol. Ia berhasil melampaui torehan legendaris David Beckham yang mencatatkan 15 assist dalam semusim. Hingga kini, pemain berusia 31 tahun itu telah mengumpulkan 19 assist di liga, hanya selangkah lagi untuk menyamai rekor fantastis Kevin De Bruyne dan Thierry Henry yang sama-sama mengoleksi 20 assist dalam satu musim kompetisi kasta tertinggi Inggris. Assist terbarunya tercipta saat ia menyodorkan bola matang kepada Benjamin Sesko untuk gol kedua timnya kala menghadapi Brentford.

Sejak Michael Carrick kembali mengambil alih kemudi tim sebagai pelatih sementara, Fernandes memang menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan. Sebanyak 11 assist di antaranya lahir di bawah arahan Carrick, yang juga mengembalikan posisi Fernandes ke peran gelandang serang murni. Perubahan taktik ini terbukti membawa dampak luar biasa pada produktivitasnya.
Baca juga: Skandal Pencucian Uang: 9 Bank di Singapura Kena Getahnya!
Dalam sebuah wawancara dengan Opta, Fernandes membeberkan instruksi kunci yang ia terima dari Carrick. "Saya diminta untuk tidak terpatok pada satu posisi. Carrick ingin saya lebih fleksibel, mencari ruang kosong di area berbahaya lawan," jelas Fernandes. Ia menambahkan bahwa ruang gerak adalah esensi dalam permainannya. Namun, ia juga menyadari bahwa lawan kini semakin hafal dengan gaya bermainnya, sehingga celah untuk bergerak semakin terbatas.
Selain dari skema permainan terbuka, kontribusi Fernandes dari situasi bola mati juga sangat menonjol musim ini. Ia telah mencatatkan 10 assist dari tendangan bebas atau sudut di liga, menjadikannya salah satu yang terbaik sepanjang sejarah Premier League, hanya kalah tipis dari Steven Gerrard yang pernah mengoleksi 11 assist.
Meski begitu, Fernandes mengakui bahwa menciptakan peluang dari bola mati saat ini jauh lebih menantang dibandingkan beberapa tahun lalu. "Rekan-rekan setim kini memiliki tuntutan yang lebih spesifik terkait arah umpan. Saya harus lebih presisi dalam mengeksekusi bola," ungkapnya. Ia membandingkan dengan masa lalu di mana tendangan sudut cukup diarahkan ke tengah kotak penalti, namun kini ia harus menargetkan titik tertentu, yang terkadang membuat assist dari bola mati terasa lebih sulit daripada dari permainan terbuka.


Tinggalkan komentar