Ekonesia – Inter Miami kembali harus menelan pil pahit di markas sendiri. Bermain di stadion baru mereka, The Herons hanya mampu berbagi angka 1-1 saat menjamu rival Wilayah Timur, New England Revolution, pada Sabtu dini hari WIB. Hasil ini memperpanjang catatan kelam Miami yang tak kunjung meraih kemenangan di kandang sendiri, sekaligus menyoroti performa megabintang Lionel Messi yang kembali mandul.
Baca juga: Diaz Dilema! Benfica Goda, Madrid Bimbang?
Pertandingan sempat berjalan alot sebelum New England berhasil memecah kebuntuan di menit ke-56. Mantan MVP MLS, Carles Gil, dengan cerdik memanfaatkan peluang dari jarak dekat untuk membawa tim tamu unggul. Namun, semangat juang Miami tak padam. Dua puluh menit berselang, penyerang asal Meksiko, Germán Berterame, menjadi penyelamat setelah menyambar bola muntah hasil tendangan keras Luis Suárez yang sebelumnya berhasil dihalau kiper New England, Matt Turner. Skor pun berubah menjadi 1-1.

Meski demikian, gol penyama kedudukan itu tak cukup untuk mengantar Miami meraih kemenangan perdananya di Nu Stadium. Sebelumnya, mereka juga hanya mampu bermain imbang 2-2 saat menghadapi Austin FC dan New York Red Bulls. Ironisnya, performa tandang Miami justru berbanding terbalik. Di bawah arahan pelatih interim Guillermo Hoyos, yang menggantikan Javier Mascherano sejak 14 April, Miami sukses memetik dua kemenangan di markas lawan, yakni melawan Colorado Rapids dan Real Salt Lake.
Baca juga: UMKM Kaltim Siap Go Global? Mendag Turun Tangan!
Dengan hasil ini, Inter Miami kini mengoleksi 19 poin dari 10 pertandingan (5 menang, 1 kalah, 4 imbang), menempatkan mereka di posisi kedua klasemen Wilayah Timur. Mereka unggul tiga poin dari New England yang berada di peringkat ketiga. Pelatih Hoyos, meskipun gagal meraih kemenangan, tetap memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi timnya yang menjalani jadwal padat dalam sepekan terakhir. "Saya sangat bangga dengan kerja keras tim, terutama setelah menghadapi dua lawan tangguh, termasuk satu laga di dataran tinggi. Ini adalah tujuh hari yang berat," ujarnya.
Sorotan tajam kembali tertuju pada Lionel Messi. Pemain berusia 38 tahun itu gagal mencetak gol maupun assist untuk dua pertandingan berturut-turut. Beberapa peluang emas, termasuk dua tendangan dari luar kotak penalti di babak pertama, berhasil digagalkan oleh penampilan gemilang kiper Matt Turner yang mencatatkan sembilan penyelamatan krusial sepanjang laga. Messi bahkan sempat memiliki kesempatan terbaiknya di menit ke-38, namun ia sedikit kehilangan keseimbangan saat mengontrol bola, membuat tembakannya melebar dan hanya bisa direspons dengan senyum kecut.
Sebelum gol Berterame, Miami sempat mengira telah unggul melalui Tadeo Allende, namun gol tersebut dianulir karena offside. Sementara itu, Germán Berterame yang didatangkan dengan nilai transfer fantastis sekitar Rp234 miliar pada Januari lalu, kini mulai menemukan sentuhannya. Setelah sempat mandul dalam delapan penampilan awalnya, ia kini telah mencetak tiga gol dalam empat laga terakhir, membuka peluangnya untuk masuk skuad Meksiko di Piala Dunia musim panas ini. "Bagaimana mungkin Berterame tidak dipanggil ke tim nasional? Dia jelas harus masuk. Dia adalah pencetak gol alami, pemain hebat, dan pribadi yang luar biasa," puji Hoyos.
Di sisi lain, hasil imbang ini berarti New England gagal memutus tren negatif mereka melawan Miami. Sejak Juni 2023, mereka selalu kalah dalam empat pertemuan terakhir dengan agregat gol yang mencolok, 5-16. Inter Miami kini bersiap menghadapi lima pertandingan krusial sebelum jeda kompetisi tujuh pekan untuk Piala Dunia, melawan tim-tim seperti Orlando, Toronto, Cincinnati, Portland, dan Philadelphia.





Tinggalkan komentar