Taipan RI Jual Bisnis Sawitnya Mengejutkan

Agus Riyadi

14 Desember 2025

2
Min Read

Ekonesia – Dunia bisnis Indonesia kembali dihebohkan oleh langkah strategis Putera Sampoerna seorang taipan yang dikenal dengan keputusan berani dalam melepas aset-aset besarnya. Setelah sukses menjual kerajaan rokok keluarganya kepada raksasa tembakau global Philip Morris pada 2005 senilai US$2 miliar kini ia kembali membuat gebrakan dengan melepas kepemilikan di sektor kelapa sawit.

Terbaru Putera Sampoerna melalui entitas keluarganya telah mendivestasi seluruh 66% saham di Sampoerna Agro sebuah produsen minyak sawit terkemuka yang terdaftar di bursa. Pembeli aset jumbo ini adalah unit usaha dari Posco konglomerat baja asal Korea Selatan. Kesepakatan yang terjadi pada November tersebut menaksir nilai perusahaan sawit itu mencapai US$885 juta.

Taipan RI Jual Bisnis Sawitnya Mengejutkan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Langkah Posco mengakuisisi Sampoerna Agro bukan tanpa alasan. Dengan basis bisnis baja dan energi yang sudah mapan di Indonesia Posco berambisi memperluas jejaknya di industri biofuel. Indonesia sendiri merupakan pemain kunci dalam produksi minyak sawit global menyumbang sekitar 60% dari total pasokan dunia menjadikan akuisisi ini sebagai pintu gerbang strategis bagi Posco.

Menurut laporan media bisnis internasional Grup Strategis Sampoerna induk usaha keluarga tersebut menyatakan penjualan ini memungkinkan mereka untuk memfokuskan kembali sumber daya pada portofolio bisnis yang sudah ada. Sektor-sektor seperti perbankan kayu lapis dan properti akan menjadi prioritas utama sembari mencari peluang investasi baru yang lebih menjanjikan.

Fenomena divestasi di sektor sawit ini bukan satu-satunya yang terjadi belakangan. Sebelumnya pada Mei taipan Ciliandra Fangiono pemilik First Resources yang berbasis di Singapura juga mengakuisisi 91% saham di Austindo Nusantara Jaya. Perusahaan minyak sawit yang sebelumnya dikendalikan oleh George dan Sjakon Tahija tersebut berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai US$330 juta. Ini mengindikasikan adanya pergeseran dinamis di lanskap bisnis kelapa sawit nasional.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post