Ekonesia Ekonomi – Merespon penetapan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan (Noel) sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli bergerak cepat melakukan reformasi internal dan memperkuat integritas lembaga. Konsolidasi menyeluruh dilakukan untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal.
Baca juga: Liverpool Siap Gebrak! 2 Rekor Transfer Pecah?
Yassierli telah memanggil seluruh pimpinan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk mengevaluasi penataan dan digitalisasi layanan perizinan yang telah berjalan. Fokus utama adalah memastikan implementasi pakta integritas yang telah ditandatangani, termasuk oleh hampir seribu Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3).

Kerja sama aktif dengan KPK ditegaskan sebagai bagian dari proses pendalaman data dan fakta. Menaker juga mengumpulkan seluruh koordinator dan sub-koordinator di Direktorat Jenderal Binwasnaker K3 untuk menggali komitmen integritas, profesionalitas, dan peningkatan pelayanan.
Baca juga: Lari Internasional dan Konser Musik di Digiland 2025!
Pembentukan Tim Manajemen Perubahan lintas direktorat diinstruksikan untuk mengevaluasi seluruh layanan dan memperkuat sistem pengendalian risiko di lingkungan Kemnaker. Rotasi dan pencopotan pejabat serta staf yang terindikasi bermasalah, terlibat pungli dan pemerasan, juga menjadi komitmen Menaker.
"Agenda reformasi struktural akan terus dilanjutkan dan dikuatkan. Antara lain mencakup penataan ulang layanan dan regulasi, penguatan manajemen risiko, serta percepatan digitalisasi demi mewujudkan tata kelola yang bersih, transparan dan akuntabel," ujar Yassierli, seperti dilansir ekonosia.com.
Sebelumnya, KPK menetapkan Immanuel Ebenezer, Irvian Bobby, dan sembilan orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikat K3 di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan. Immanuel diduga menerima uang Rp3 miliar dan satu unit motor Ducati dari Irvian Bobby.








Tinggalkan komentar