Petani Lebak Full Senyum! Gabah Ludes Dibeli BUMD?

Rachmad

24 Agustus 2025

2
Min Read
 Petani Lebak Full Senyum! Gabah Ludes Dibeli BUMD?

Ekonesia Ekonomi – Kabar gembira bagi petani di Kabupaten Lebak, Banten! Perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Niaga Lebak menyatakan kesiapannya untuk menampung seluruh gabah hasil panen petani setempat. Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak pendapatan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, mengungkapkan harapannya agar BUMD Niaga Lebak dapat memproduksi beras sendiri dalam waktu dekat. Untuk mewujudkan hal tersebut, BUMD Niaga Lebak berencana membangun rice milling unit (RMU) atau penggilingan padi menjadi beras.

 Petani Lebak Full Senyum! Gabah Ludes Dibeli BUMD?
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Produksi beras dari RMU ini nantinya tidak hanya akan memenuhi kebutuhan pasar tradisional di Kabupaten Lebak, tetapi juga akan dipasok ke luar daerah. Pengembangan produksi beras ini juga sejalan dengan program swasembada pangan nasional serta upaya pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem, sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.

Dengan adanya BUMD Niaga Lebak yang siap menampung gabah petani dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram, usaha pertanian pangan di Lebak diharapkan semakin menjanjikan kesejahteraan bagi para petani. "Kami meyakini BUMD Niaga Lebak dapat meningkatkan usaha petani dan menyumbangkan pendapatan ekonomi daerah," ujar Bupati Hasbi.

Menurut data dari Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, produksi gabah kering pungut di daerah tersebut cukup tinggi, mencapai 662 ribu ton pada tahun 2024. Sebagian dari produksi tersebut bahkan dipasok ke luar daerah. Dengan beroperasinya RMU milik BUMD Niaga Lebak, diharapkan tidak ada lagi gabah yang perlu dipasok keluar daerah, melainkan dapat diproses menjadi beras di Lebak.

"Kami optimistis bahwa Lebak bisa memasok beras berkualitas dan bermutu ke pasaran," tegas Bupati Hasbi.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, menambahkan bahwa pemerintah daerah memiliki komitmen yang tinggi untuk membangun sektor pertanian. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan ekonomi petani, serta mengentaskan kemiskinan dan menghapus kemiskinan ekstrem.

Pemerintah daerah juga mendorong petani untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) menjadi tiga kali tanam dalam setahun, dari sebelumnya dua kali tanam. Dengan demikian, diharapkan produksi pangan dan kesejahteraan petani dapat meningkat secara signifikan. "Kami meyakini dengan tiga kali tanam dalam setahun, produksi gabah dapat mencapai di atas 1000 ton dengan luas areal sawah 52.025 hektare dan rata-rata produktivitas 7 ton gabah per hektare," pungkas Deni.

Sumber: ekonosia.com

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post