Ekonesia Ekonomi – Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmennya dalam mendukung petani tebu nasional dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,5 triliun. Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyatakan dana ini akan digunakan untuk menyerap gula petani tebu yang saat ini mengalami penumpukan.
Baca juga: Petani Milenial: Ekspor Tembus Kanada!
Inisiatif ini muncul setelah Mentan Amran berdiskusi dengan CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengenai masalah penumpukan gula yang dihadapi petani tebu. Penyerapan gula ini rencananya akan dilakukan oleh ID Food, BUMN yang bergerak di sektor pangan. "Pak Rosan menyediakan dana untuk membeli gula petani. Rencananya penugasan ID Food," ujar Amran usai Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Kamis.

Mentan Amran mengungkapkan rasa syukurnya atas melimpahnya stok gula di Indonesia. Fokus pemerintah saat ini adalah membantu petani dengan menjadi off taker, atau pembeli, dari gula yang mereka hasilkan. Ia berharap proses penyerapan gula dapat berjalan dengan cepat dan efektif.
Baca juga: BI Rate Dipangkas! Sinyal Ekonomi Makin Bergairah?
Sebelumnya, petani tebu di Jawa Timur mendesak pemerintah untuk melakukan perbaikan menyeluruh terhadap tata niaga gula. Mereka mengeluhkan rendahnya serapan gula petani yang disebabkan oleh rembesan gula rafinasi ke pasar konsumsi sejak awal musim giling 2025. Koordinator Forum Petani Tebu, Tasirin, menyampaikan bahwa antusiasme petani dalam menanam tebu terhambat karena gula mereka tidak terserap pasar akibat kehadiran gula rafinasi impor.
Sebagai informasi tambahan, gula rafinasi adalah hasil pemurnian dari gula mentah (raw sugar), sementara gula fortifikasi adalah gula yang ditambahkan zat gizi mikro. Kedua jenis gula ini berasal dari impor dan harganya lebih murah dibandingkan dengan Gula Kristal Putih (GKP) yang dihasilkan oleh petani tebu lokal.
Menanggapi isu gula rafinasi, Mentan Amran menegaskan bahwa tidak boleh ada gula rafinasi yang merembes ke pasar konsumsi. "Kami sudah koordinasi dengan penegak hukum. Nggak boleh. Masa mau merugikan petani kita? Jangan mengambil kesempatan," tegasnya. Pemerintah berkomitmen untuk melindungi petani tebu lokal dan memastikan tata niaga gula yang adil. Informasi ini dilansir dari Ekonesia Ekonomi –











Tinggalkan komentar