Ekonesia – Keputusan mengejutkan datang dari Thomas Tuchel, pelatih tim nasional Inggris, yang tidak memasukkan nama Danny Welbeck dalam daftar skuad terbarunya. Padahal, striker veteran ini sedang menunjukkan performa puncak di level klub, memunculkan banyak pertanyaan di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola.
Baca juga: Indonesia Emas 2045 Tergantung Petani Ini Buktinya
Juru taktik berpaspor Jerman itu mengumumkan daftar 35 pemain yang akan berpartisipasi dalam agenda internasional bulan Maret. Angka tersebut sama persis dengan usia Welbeck saat ini, 35 tahun, yang ironisnya tengah berstatus sebagai pencetak gol Inggris paling produktif di Premier League musim ini.

Pengumuman skuad pada Jumat lalu memang memicu keheranan. Bukan hanya karena jumlah pemain yang sangat banyak, tetapi juga absennya nama Welbeck. Tuchel menjelaskan bahwa ia berencana mengistirahatkan 11 pilar utamanya yang sudah memiliki "kepercayaan penuh" darinya saat laga uji coba pertama melawan Uruguay, sebelum kembali dimainkan dalam persiapan menghadapi Jepang. Di antara pilar tersebut, tentu saja ada kapten Harry Kane, penyerang utama Inggris selama lebih dari satu dekade yang sedang gacor bersama Bayern Munich.
Baca juga: Maguire Jadi Pahlawan, Nasib Rashford di MU Tamat?
Menjadi pelapis Harry Kane memang bukan tugas mudah. Keterbatasan menit bermain di posisi tersebut bahkan disebut-sebut menjadi salah satu alasan Jamie Vardy memutuskan pensiun dari timnas pada 2018 di usia 31 tahun. Meski demikian, Welbeck belum menyerah. Pemain berusia 35 tahun ini terakhir kali membela Inggris pada September 2018, namun ambisinya untuk kembali ke skuad Piala Dunia tetap membara. Dalam wawancara dengan TNT Sports, ia menegaskan akan terus berjuang setiap hari demi mewujudkan impiannya.
Tak lama setelah pengumuman skuad, Welbeck memberikan respons terbaiknya di lapangan hijau. Pada Sabtu malam, ia mencetak dua gol untuk Brighton & Hove Albion saat menghadapi Liverpool. Dua gol tersebut menambah koleksi golnya di Premier League musim ini menjadi 12, sebuah bukti nyata ketajamannya. Penampilan gemilang itu secara langsung menyoroti celah dalam pendekatan Tuchel. Jika tujuan pemanggilan skuad besar adalah untuk memberi kesempatan kepada kandidat potensial menuju Piala Dunia, maka terasa janggal jika pencetak gol Inggris terbanyak di liga justru tidak diberi kesempatan.
Tidak dipanggilnya Welbeck terasa seperti sebuah ketidakadilan. Hal ini mungkin menjadi alasan di balik selebrasi golnya yang menunjukkan isyarat menutup telinga, seolah merespons kritik atau keputusan yang merugikannya. Namun, waktu seolah tak lagi bersahabat dengannya. Dengan Piala Dunia hanya tersisa kurang dari tiga bulan, jika hingga saat ini ia belum mampu meyakinkan Tuchel, maka peluangnya semakin menipis. Situasi ini mirip dengan yang dialami Trent Alexander-Arnold, yang juga tidak dipilih tanpa justifikasi yang memuaskan.
Tuchel menyebut keputusan memilih pemain seperti Jarrell Quansah, Djed Spence, dan Tino Livramento sebagai "keputusan olahraga", meskipun hal tersebut dipertanyakan mengingat rekam jejak Alexander-Arnold di level klub dan internasional. Bisa jadi, alasan serupa menjadi dasar absennya Welbeck. Ia mungkin dianggap tidak cocok dengan kriteria pemain yang diinginkan Tuchel sebagai pelapis Kane, terutama dalam situasi ketika striker utama membutuhkan dukungan atau mengalami penurunan performa seperti yang terjadi di Euro 2024 saat Ollie Watkins tampil sebagai pahlawan di semifinal.
Namun, performa terbaru Welbeck justru membuktikan hal yang berlawanan. Ia tidak hanya tajam dalam mencetak gol, tetapi juga menunjukkan kemampuan kolaborasi dan kejelian membaca ruang yang patut diacungi jempol. Hal ini memperkuat anggapan bahwa skuad besar Inggris justru belum cukup inklusif dalam memberi kesempatan. Realita pahitnya, Welbeck harus melewatkan periode internasional ini tanpa kesempatan, sementara pemain lain mendapat panggung untuk menunjukkan kualitas mereka. Dan yang paling menyakitkan, tak ada penjelasan yang benar-benar melegakan terkait absennya namanya.


Tinggalkan komentar