Ekonesia – Vinicius Junior sekali lagi membuktikan dirinya sebagai motor penggerak utama Real Madrid di panggung Liga Champions. Aksi heroiknya saat melawan Benfica pada leg pertama fase gugur di Lisboa tak hanya mengunci kemenangan tipis 1-0, tetapi juga semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain paling krusial di kompetisi elite Eropa dalam beberapa musim terakhir. Kontribusi golnya kini menempatkannya di ambang rekor legendaris Cristiano Ronaldo.
Baca juga: Ramai-Ramai Borong! Diskon Gila-Gilaan di Transmart!
Gol tunggal Vinicius yang lahir pada menit ke-50 bukanlah gol biasa. Momen itu tercipta dari sebuah peluang yang secara statistik dianggap hampir mustahil, dengan probabilitas gol hanya dua persen sebelum tembakan dilepaskan. Namun, akurasi dan kualitas penyelesaiannya mengubah angka itu menjadi 82 persen setelah bola melesat dari kakinya. Ini merupakan gol ke-31 Vinicius di Liga Champions, sebuah capaian yang menyamai torehan legenda sayap Madrid, Paco Gento, menjadikannya pencetak gol terbanyak keempat klub dalam sejarah Piala Eropa.

Konsistensi Vinicius di kompetisi paling bergengsi Eropa ini sungguh mencengangkan. Dalam lima musim terakhir, ia telah mengumpulkan 27 gol dan 26 assist, total 53 kontribusi gol. Angka ini jauh melampaui pemain sekaliber Ousmane Dembélé, pemenang Ballon d’Or musim lalu, yang hanya mencatatkan 23 kontribusi gol dalam periode yang sama. Sejak musim 2021/2022, tak ada pemain lain yang memiliki kontribusi gol lebih banyak darinya di Liga Champions, sebuah periode di mana ia membantu Madrid meraih dua trofi Si Kuping Besar dan bahkan mencetak gol di kedua partai final.
Baca juga: AION UT Siap Gempur GIIAS 2025! Apa Istimewanya?
Pemain bernomor punggung 7 itu kini hanya membutuhkan dua kontribusi gol tambahan untuk menorehkan lima musim beruntun dengan minimal 10 kontribusi gol di Liga Champions. Sebuah pencapaian langka yang sepanjang sejarah kompetisi baru pernah dilakukan oleh satu pemain, yaitu Cristiano Ronaldo, yang mencatatkan delapan musim berturut-turut dengan 10 kontribusi gol atau lebih dari 2010/2011 hingga 2017/2018. Bahkan nama-nama besar seperti Karim Benzema, Raúl, dan Robert Lewandowski belum pernah mencatat dua musim beruntun dengan 10 kontribusi gol di ajang ini.
Tak hanya urusan mencetak gol, Vinicius juga piawai dalam memberikan assist. Ia kini mengoleksi 30 assist di Liga Champions, menempatkannya di peringkat ketujuh sepanjang sejarah kompetisi, sejajar dengan maestro lini tengah seperti Xavi Hernández dan Thomas Müller. Satu-satunya pemain aktif lain di 10 besar daftar assist adalah Kevin De Bruyne dengan 31 assist, yang akan berusia 35 tahun pada Juni mendatang. Dengan 31 gol dan 30 assist, Vinicius menjadi satu dari hanya lima pemain dalam sejarah Liga Champions yang mampu mencatat minimal 30 gol dan 30 assist, bersama Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Neymar, dan Thomas Müller. Catatan ini semakin istimewa mengingat Vinicius baru akan berusia 26 tahun pada Juli nanti.
Yang lebih menonjol, dari total 61 kontribusi golnya di Liga Champions, sebanyak 28 di antaranya, atau 46 persen, tercipta di fase gugur setelah babak grup. Angka ini bahkan sudah melampaui kontribusi Neymar di fase gugur, yang mencatatkan 22 kontribusi gol atau 29 persen dari total 76 gol dan assistnya. Ini menunjukkan bahwa Vinicius adalah pemain yang benar-benar tampil di momen-momen krusial.
Performa Vinicius juga sedang menanjak pada musim ini, dengan enam gol dan tiga assist sejauh ini. Kebangkitan tersebut memberikan dorongan moral dan kekuatan yang signifikan bagi peluang Real Madrid untuk kembali mengangkat trofi musim ini. Dengan Vinicius dalam performa puncak dan potensi kehadiran Kylian Mbappé sebagai tandem di lini serang, Real Madrid sekali lagi menjadi salah satu tim yang paling dihindari di fase gugur Liga Champions. Statistik membuktikan, pengaruh Vinicius di kompetisi ini bukan sekadar konsisten, melainkan benar-benar menentukan arah pertandingan.











Tinggalkan komentar