Terungkap Strategi Bank Raya Kuasai Pasar Digital

Agus Riyadi

17 Maret 2026

5
Min Read

Ekonesia – Gelombang ekonomi digital di Indonesia terus menggeliat menampilkan potensi raksasa yang tak terbantahkan. Dengan proyeksi nilai fantastis mencapai Rp 2.118 triliun pada 2025 dan melonjak hingga Rp 5.800 triliun di 2030, Indonesia kokoh sebagai pemimpin di kawasan ASEAN. Fenomena ini didukung oleh populasi besar, penetrasi internet yang masif, pertumbuhan kelas menengah, serta sektor-sektor kunci seperti e-commerce, fintech, dan transportasi online yang terus berkembang pesat.

Di tengah lanskap yang dinamis ini, PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) memantapkan posisinya sebagai pemain kunci dalam ekosistem perbankan digital. Bank Raya tak hanya sekadar mengikuti arus, melainkan proaktif menghadirkan serangkaian inovasi yang dirancang untuk memudahkan nasabah dalam setiap transaksi keuangan digital mereka. Bank digital, dengan segala keunggulannya, kini menjadi tulang punggung vital bagi akselerasi ekonomi digital, membuka pintu inklusi keuangan yang lebih luas, meningkatkan efisiensi operasional, dan menyediakan akses layanan perbankan 24/7 tanpa batas fisik.

Terungkap Strategi Bank Raya Kuasai Pasar Digital
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Integrasi teknologi menjadi fondasi utama bagi Bank Raya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Melalui transaksi real-time, pengembangan fitur-fitur mutakhir, dan perluasan jangkauan layanan hingga ke pelosok negeri, Bank Raya membuktikan komitmennya. Keberhasilan transformasi ini tak lepas dari kemampuan Bank Raya dalam berinovasi dan bersinergi kuat dengan ekosistem pendukungnya, terutama dalam lingkup BRI Group. Sinergi ini krusial untuk menjawab kebutuhan serta gaya hidup masyarakat yang kini telah sepenuhnya beralih ke ranah digital.

Bank Raya secara konsisten memperkuat inovasi teknologi dan memperluas akses layanan keuangan demi menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui prioritas implementasi teknologi, peningkatan kapasitas digital, penyusunan kebijakan adaptif, hingga penguatan tata kelola teknologi informasi. Tak hanya itu, perlindungan data nasabah menjadi perhatian utama, dengan memastikan kelancaran layanan digital dan pengamanan yang komprehensif, guna membangun kepercayaan yang kokoh.

Menurut Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS), kehadiran bank digital telah menjadi alternatif menarik, khususnya bagi generasi muda. Kemudahan dalam pembukaan rekening, pembayaran, hingga pembiayaan, semuanya serba digital, memikat banyak anak muda untuk memiliki akun di bank digital, bahkan jika mereka sudah memiliki rekening bank konvensional. Bagi masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan, bank digital menjadi jembatan penting menuju inklusi keuangan yang lebih baik. Kemudahan pembiayaan, lanjut Nailul, juga menjadi daya ungkit bagi bank digital untuk memperluas penetrasi pasar, yang pada akhirnya berpotensi menjadi motor penggerak perekonomian nasional.

Sebagai ujung tombak digital BRI Group, Bank Raya terus agresif meluncurkan inovasi produk dan fitur. Aplikasi Raya, misalnya, telah sukses mendorong adopsi keuangan digital di kalangan masyarakat, pelaku usaha, dan komunitas. Komitmen ini membuahkan hasil positif. Didukung akselerasi pertumbuhan bisnis, baik dari sisi penyaluran kredit digital maupun transaksi, Bank Raya berhasil mencatatkan total kredit sebesar Rp 7,72 triliun pada kuartal IV-2025, tumbuh 8,3% secara tahunan.

Khusus untuk penyaluran kredit digital, angkanya mencapai Rp 28,75 triliun, melonjak 39,8% secara tahunan hingga kuartal IV-2025. Capaian ini turut mendorong pertumbuhan signifikan outstanding kredit digital Bank Raya yang mencapai Rp 3,07 triliun, naik 33,9% secara tahunan. Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, menegaskan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan fokus pada strategi bisnis digital berkualitas. "Kami optimis masih memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan. Di tengah dinamika global, kami terus berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental sebagai bukti keberhasilan kami bertransformasi menjadi bank digital," ujarnya.

Hingga akhir Desember 2025, Aplikasi Raya telah diperkaya dengan lebih dari 111 fitur inovatif. Salah satunya adalah Kartu Digital Debit Visa, yang memungkinkan nasabah bertransaksi di jaringan merchant online Visa, baik domestik maupun internasional, termasuk e-commerce dan platform transportasi online. Bank Raya juga memperkenalkan fitur "Uang Saku" dalam produk digital saving-nya, memungkinkan anak usia 10-16 tahun belajar menabung dan mengelola keuangan secara digital, sementara orang tua dapat mengontrol pengeluaran dan memantau kebiasaan finansial anak melalui Aplikasi Raya.

Di segmen pelaku usaha, Bank Raya mengoptimalkan adopsi "Saku Bisnis" di berbagai klaster komunitas. Hingga Desember 2025, Saku Bisnis telah dimanfaatkan oleh lebih dari 10.000 pelaku usaha di berbagai kota, termasuk 200 klaster komunitas Bank Raya di seluruh Indonesia. Untuk kebutuhan pembiayaan, Bank Raya menghadirkan "Raya Paylater" (Buy Now Pay Later) dengan plafon maksimal Rp 5 juta, menawarkan pilihan pembiayaan transparan dan fleksibel bagi pengguna Aplikasi Raya.

Capaian lainnya, digital saving Bank Raya tumbuh 66,7% secara tahunan mencapai Rp 2,20 triliun, diiringi peningkatan transaksi Aplikasi Raya sebesar 16,3% secara tahunan, mencapai 4,7 juta transaksi. Angka ini terus meroket seiring pengembangan fitur dan inovasi yang memenuhi kebutuhan nasabah dalam bertransaksi dan mengelola keuangan harian.

Perluasan kredit digital sebagai bisnis berkelanjutan juga terus digencarkan, sebagai wujud optimalisasi sinergi dalam ekosistem BRI Group. Hingga kuartal VI-2025, Pinang Dana Talangan, salah satu produk unggulan Bank Raya untuk mendukung produktivitas bisnis keagenan, mencatatkan outstanding tumbuh 52,9% secara tahunan menjadi Rp 1,08 triliun. Pada periode yang sama, outstanding Pinang Flexi meningkat 20,5% secara tahunan menjadi Rp 1,03 triliun. Hasil ini menegaskan peran aktif Bank Raya dalam menyalurkan kredit untuk mendukung kebutuhan finansial dan pertumbuhan usaha masyarakat.

"Pertumbuhan ini mencerminkan fokus kami pada strategi pertumbuhan bisnis digital berkualitas, kami optimis bisnis digital terus memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan. Di tengah dinamika global, kami selalu berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental sebagai bukti keberhasilan kami bertransformasi menjadi bank digital," pungkas Bagus.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post