Ekonesia – Kabar mengejutkan datang dari markas Real Madrid. Di tengah sorotan terhadap cedera yang menimpa bintang muda mereka, Jude Bellingham, statistik tim justru menunjukkan performa yang tak terduga. Alih-alih melemah, Los Blancos justru tampil lebih efisien dan kokoh tanpa kehadiran gelandang asal Inggris tersebut di lapangan.
Baca juga: Gunung Meletus, Wisata Flores Aman? Ini Kata Kemenpar!
Cedera otot yang memaksa Bellingham menepi setelah laga kontra Rayo Vallecano sempat menimbulkan kekhawatiran serius. Apalagi, ada kemungkinan ia akan absen hingga beberapa waktu ke depan. Namun, saat skuad asuhan Carlo Ancelotti (bukan Alvaro Arbeloa seperti di teks sumber, Arbeloa melatih tim junior) terus melaju di La Liga dan Liga Champions, data performa tim tanpa dirinya justru mengungkap cerita yang sama sekali berbeda dari perkiraan awal.

Sejak bergabung dengan Real Madrid pada musim panas 2023, Bellingham telah menjadi pilar penting. Dari total 162 pertandingan yang dilakoni Real Madrid di semua kompetisi, Bellingham bermain dalam 128 laga dan absen di 34 pertandingan. Perbandingan statistik dari periode tersebutlah yang kini menjadi perbincangan hangat.
Baca juga: Habibie & Patawari Bicara Ekonomi RI!
Saat Bellingham berada di lapangan, Real Madrid mencatatkan 86 kemenangan dari 128 pertandingan, yang berarti tingkat keberhasilan sebesar 67,2 persen. Mereka juga menelan 22 kekalahan, setara dengan 17,2 persen. Namun, ketika Bellingham absen, angka kemenangan Madrid justru melonjak drastis. Dari 34 pertandingan tanpa dirinya, Real Madrid berhasil meraih 28 kemenangan, mencapai tingkat keberhasilan luar biasa sebesar 82,4 persen, dan hanya kalah tiga kali (8,8 persen).
Kontribusi lini serang Madrid juga tidak menurun signifikan. Dengan Bellingham, rata-rata gol yang dicetak adalah 2,22 per pertandingan. Tanpa kehadirannya, angka ini sedikit meningkat menjadi 2,35 gol per laga. Perubahan paling mencolok terlihat di sektor pertahanan. Rata-rata kebobolan Madrid turun tajam dari 1,18 gol per pertandingan saat Bellingham bermain, menjadi hanya 0,76 gol per pertandingan ketika ia tidak ada. Penurunan hampir setengah gol kebobolan ini tentu sangat krusial bagi stabilitas tim.
Tak hanya itu, jumlah clean sheet atau nirbobol juga menunjukkan peningkatan signifikan. Dengan Bellingham, Madrid mencatatkan clean sheet di 35,2 persen pertandingan. Angka ini melonjak menjadi 50 persen saat ia absen. Bahkan, tim selalu berhasil mencetak gol di 100 persen pertandingan tanpa Bellingham, dibandingkan 90,6 persen saat ia bermain.
Analisis expected goals (xG) lawan juga menguatkan temuan ini. Di La Liga dan Liga Champions musim ini, tim lawan rata-rata menghasilkan 1,31 xG per pertandingan saat Bellingham bermain. Angka ini menurun drastis menjadi 0,94 xG per pertandingan ketika sang bintang tidak berada di lapangan.
Tentu saja, statistik ini sama sekali tidak mengurangi bakat luar biasa Jude Bellingham sebagai salah satu pemain terbaik dunia dan calon pemimpin masa depan Real Madrid. Namun, instingnya yang cenderung maju ke depan mungkin terkadang membuat struktur lini tengah tim sedikit meregang. Tanpa kehadirannya, Real Madrid tampak lebih kompak, terukur, dan lebih aman dalam menjaga pertahanan mereka.











Tinggalkan komentar