Telkom Berubah Wajah Negara Kuasai Lebih Banyak

Agus Riyadi

8 Januari 2026

2
Min Read

Ekonesia – Perusahaan telekomunikasi raksasa PT Telkom Indonesia Persero Tbk TLKM baru-baru ini mengumumkan pergeseran signifikan dalam struktur kepemilikan sahamnya. Langkah strategis ini melibatkan Badan Pengaturan BUMN BP BUMN dan PT Danantara Asset Management DAM menandai konsolidasi kepemilikan negara yang lebih kuat dalam entitas vital ini.

Sebelum transaksi yang menarik perhatian publik ini BP BUMN tercatat hanya memiliki selembar Saham Seri A Dwiwarna Telkom yang secara persentase hak suara nyaris nol. Namun kini setelah pengalihan saham dari DAM BP BUMN resmi menggenggam satu lembar Saham Seri A Dwiwarna ditambah 516.023.535 lembar Saham Seri B. Akuisisi ini mendongkrak total hak suara BP BUMN menjadi 052 persen sebuah peningkatan yang substansial.

Telkom Berubah Wajah Negara Kuasai Lebih Banyak
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Di sisi lain PT Danantara Asset Management yang sebelumnya merupakan pemegang saham mayoritas dengan 51.602.353.559 lembar Saham Seri B atau setara 52091 persen hak suara kini memiliki 51.086.330.024 lembar Saham Seri B. Meskipun jumlahnya berkurang DAM tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan 5157 persen hak suara.

Manajemen Telkom menjelaskan bahwa saham yang dialihkan adalah Saham Seri B dengan nilai nominal Rp50 per lembar. Harga pengalihan saham sementara ditetapkan sebesar Rp25.801.176.750. Angka ini masih bersifat sementara dan akan difinalisasi melalui Keputusan Kepala BP BUMN. Perubahan ini menegaskan posisi Negara Republik Indonesia sebagai Pemegang Saham Pengendali Ultimate Beneficial Owner melalui kepemilikan langsung BP BUMN dan juga melalui DAM yang terkonsolidasi pada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara.

Transformasi kepemilikan saham antara BP BUMN dan DAM ini bukan tanpa alasan. Langkah ini diambil untuk memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 yang merupakan perubahan keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Pencatatan perubahan ini telah resmi dilakukan dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 6 Januari 2026.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post