Ekonesia Ekonomi – Tangerang kini bertransformasi menjadi kawasan incaran kelas menengah atas untuk hunian. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Consumer Bank Tabungan Negara (BTN), Hirwandi Gafar, saat peresmian kawasan hunian baru di Tangerang.
Hirwandi menjelaskan bahwa nama "Tangerang Raya" semakin memiliki daya tarik tersendiri. Beberapa pengembang besar bahkan berhasil menjual habis proyek rumah komersial mereka di kawasan ini. Data BTN menunjukkan, penyaluran KPR di Tangerang Raya mencapai 30% dari total penyaluran di Jabodetabek, menjadikan Banten sebagai provinsi penyumbang KPR terbesar kedua setelah Jawa Barat.

Fenomena ini juga didukung oleh riset portal properti Pinhome, yang menunjukkan potensi kenaikan nilai aset maksimal di segmen menengah ke atas di Tangerang Raya. Lonjakan inventori rumah baru dari pengembang ternama mencapai 43% pada semester pertama 2025.
Tangerang Raya, sebagai kawasan penyangga Jakarta, terus mengembangkan diri dengan pembangunan kota mandiri berkonsep menarik. Sebelumnya, pengembangan hunian komersial terpusat di Kota Tangerang, namun kini semakin meluas ke Kabupaten Tangerang.
Suwandi Tio, Direktur Utama Mas Fujiken Indonesia, menambahkan bahwa Kabupaten Tangerang menjadi lokasi strategis untuk pembangunan perumahan. Fujiken, perusahaan properti asal Jepang, meluncurkan proyek Seion Tangerang di atas lahan 5,5 hektar, terintegrasi dengan Kota Sutera seluas 250 hektar.
Tahap pertama Seion Tangerang menawarkan 80 unit rumah dengan konsep Japanese Minimalist, dan 20 unit telah terjual sebelum peluncuran resmi. Nantinya, akan dibangun 350 unit rumah tiga lantai yang mengedepankan eco-sustainable dan zen living, dilengkapi dengan peralatan rumah tangga seperti kulkas dan mesin cuci.
Seion Tangerang berlokasi strategis, hanya satu kilometer dari Pintu Tol Rajeg yang terhubung dengan Bandara Soekarno-Hatta melalui Ruas Tol PIK 2 yang sedang dalam proses pembangunan dan akan segera beroperasi. Informasi ini dilansir dari ekonosia.com.
Tinggalkan komentar