Sunderland Mengamuk Hantam Burnley Telak 3-0

El-Shinta

3 Februari 2026

3
Min Read

Ekonesia – Stadion of Light menjadi saksi bisu kebangkitan Sunderland yang tampil perkasa menghancurkan Burnley dengan skor telak 3-0. Kemenangan sensasional ini tidak hanya memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di kandang, tetapi juga menegaskan bahwa The Black Cats memiliki aura berbeda saat berlaga di hadapan para pendukung setianya, terutama setelah melalui periode sulit di beberapa pertandingan sebelumnya.

Sejak peluit awal ditiup, Sunderland langsung tancap gas, menunjukkan determinasi tinggi dan kepercayaan diri penuh. Sebaliknya, kubu Burnley terlihat kewalahan, kesulitan merangkai serangan yang mengancam. Keunggulan tuan rumah tercipta melalui insiden gol bunuh diri bek Burnley, Axel Tuanzebe, setelah sepakan keras Habib Diarra membentur tubuhnya dan meluncur deras ke jala gawang. Diarra, yang baru saja kembali dari tugas internasional bersama Senegal di Piala Afrika, membuktikan dirinya sebagai motor serangan vital dengan penampilan agresif dan penuh semangat di laga perdananya sebagai starter.

Sunderland Mengamuk Hantam Burnley Telak 3-0
Gambar Istimewa : gilabola.com

Tak butuh waktu lama, Sunderland berhasil menggandakan keunggulan. Sebuah tendangan bertenaga berhasil menjebol gawang Burnley, meski sempat ditepis oleh kiper Martin Dubravka, bola tetap melaju ke pojok bawah gawang, semakin menekan mental tim tamu. Ironisnya, meskipun Burnley menguasai bola lebih banyak, dominasi tersebut hanyalah ilusi. Mereka gagal menciptakan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang 90 menit, menunjukkan betapa tumpulnya lini serang mereka.

Memasuki paruh kedua, Sunderland tetap memegang kendali penuh. Sebuah peluang emas sempat tercipta ketika Nordi Mukiele mengirimkan umpan silang mendatar yang akurat kepada Brian Brobbey yang berdiri bebas, namun sayang Brobbey gagal mengkonversinya menjadi gol. Namun, The Black Cats tak menyerah. Chemsdine Talbi kemudian unjuk gigi, bergerak lincah ke tepi kotak penalti sebelum melepaskan tembakan roket yang menghantam mistar gawang bagian bawah dan bersarang sempurna di jala Burnley. Gol spektakuler itu menjadi penutup manis pesta kemenangan Sunderland.

Di sisi lain, skuad asuhan Scott Parker dari Burnley tampak seperti kehilangan arah. Mereka bermain sangat tumpul, tanpa kreativitas, dan minim kepercayaan diri. Hampir tidak ada satu pun momen di mana mereka terlihat mampu mengancam pertahanan kokoh Sunderland, menggambarkan betapa rapuhnya performa mereka.

Hasil positif ini sontak melambungkan Sunderland ke posisi kedelapan klasemen sementara. Dengan hanya terpaut lima poin dari zona empat besar, asa untuk bersaing di papan atas dan mengamankan tiket kompetisi Eropa kini semakin terbuka lebar bagi The Black Cats.

Namun, bagi Burnley, kekalahan ini bagaikan pukulan telak yang semakin menjerumuskan mereka ke jurang degradasi. Terpaut 11 poin dari Nottingham Forest di posisi ke-17 yang merupakan batas aman, masa depan The Clarets di Premier League kian suram. Rekor tanpa kemenangan mereka kini membengkak menjadi 15 pertandingan liga, sebuah catatan buruk yang hanya bisa "diungguli" oleh periode kelam mereka pada tahun 1889-1890 dengan 19 laga tanpa kemenangan.

Dengan performa yang terus merosot dan rekor buruk yang tak kunjung putus, peluang Burnley untuk bertahan di kasta tertinggi Liga Inggris semakin menipis. Ancaman untuk kembali ke Championship musim depan kini bukan lagi sekadar bayangan, melainkan sebuah realita yang kian mendekat.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post