Ekonesia Ekonomi – Bappenas resmi meluncurkan buku "Status Kekinian Keanekaragaman Hayati Indonesia Ekoregion Sumatra dan Ekoregion Sulawesi" sebagai langkah awal integrasi data biodiversitas yang komprehensif. Peluncuran yang berlangsung di Jakarta ini menandai kolaborasi antara Bappenas, Kementerian Lingkungan Hidup (LH), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta berbagai pihak terkait.
Baca juga: Rahasia Sukses Digitalisasi Bisnis!
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menekankan bahwa perlindungan kekayaan alam Indonesia membutuhkan aksi kolektif. Biodiversitas Indonesia yang kaya raya menghadapi tantangan serius seperti kerusakan alam dan ancaman kepunahan flora dan fauna. "Keanekaragaman ini bukan hanya soal konservasi, tetapi juga tentang pertumbuhan ekonomi, kehidupan, dan kemanusiaan," tegas Rachmat.

Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, menambahkan bahwa peluncuran buku ini menjadi instruksi bagi penyusunan regulasi yang diperlukan untuk memperkuat pengelolaan kekayaan alam Indonesia. Regulasi tersebut akan mencakup peraturan pemerintah, peraturan presiden, dan peraturan menteri.
Baca juga: Netflix Beli Warner Bros Harga Fantastis Terungkap
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, menyatakan kesiapannya untuk mendukung upaya konservasi serta peningkatan utilitas dan pemanfaatan megabiodiversitas Indonesia. "Ini demi kemajuan ekonomi kita di masa depan yang lebih berbasis pada sumber daya alam lokal yang terbarukan dan lebih hijau," ujarnya. Dukungan BRIN diharapkan dapat mendorong pemanfaatan biodiversitas secara berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.











Tinggalkan komentar