Siap-Siap! PSAT Bidik Dana Segar Rp200 Miliar dari IPO

Rachmad

25 Juni 2025

3
Min Read
Siap-Siap! PSAT Bidik Dana Segar Rp200 Miliar dari IPO

Ekonesia Ekonomi – PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) mantap melangkah ke Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menawarkan 222,353 juta lembar saham baru, setara 15% dari modal ditempatkan perusahaan. Harga per lembar saham ditetapkan antara Rp850 hingga Rp900, berpotensi meraup dana segar hingga Rp200 miliar.

Direktur Keuangan PSAT, Wendi Arifin, menyatakan optimisme bahwa harga saham yang ditawarkan akan menarik minat investor untuk berpartisipasi dalam IPO ini. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers terkait Penawaran Umum Perdana Saham PSAT di Jakarta, Rabu.

Siap-Siap! PSAT Bidik Dana Segar Rp200 Miliar dari IPO
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Selain itu, PSAT juga menyediakan Program Alokasi Saham Karyawan (ESA) dengan mengalokasikan maksimal 555 ribu saham, atau 0,249% dari total saham yang ditawarkan dalam IPO. Program ESA ini telah disahkan melalui Akta No. 27 tanggal 7 Maret 2025.

Dalam aksi korporasi ini, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk ditunjuk sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

Direktur Utama PSAT, Susanto, meyakini bahwa saat ini adalah waktu yang tepat bagi perusahaan untuk melantai di BEI. Ia menyoroti prospek positif industri jasa pelayaran dan pengangkutan batu bara, seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi di pasar domestik dan ekspor.

"Permintaan batu bara, terutama untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), terus menunjukkan tren kenaikan. Hal ini mendorong tingginya kebutuhan akan layanan angkutan laut yang andal dan efisien. Menjadi perusahaan terbuka adalah salah satu komitmen kami untuk terus hadir bagi mitra," ujar Susanto.

Permintaan domestik juga diproyeksikan meningkat pada tahun 2025, dengan potensi kenaikan Domestic Market Obligation (DMO) batu bara yang diperkirakan mencapai 229,3 juta ton, naik 4,05% dibandingkan target DMO tahun 2024 sebesar 220 juta ton.

Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), produksi batu bara nasional pada tahun 2024 mencapai 830,96 juta ton, melampaui target awal sebesar 710 juta ton. Dari jumlah tersebut, 433,17 juta ton diekspor dan 377,85 juta ton diserap oleh pasar domestik.

"Dengan skala produksi dan distribusi yang besar, transportasi laut memainkan peranan krusial dalam menjaga kelancaran rantai pasok batu bara Indonesia. Hal ini semakin penting mengingat konsentrasi tambang batu bara yang berada di Sumatra dan Kalimantan, yang secara geografis membutuhkan pengiriman melalui jalur laut," jelas Susanto.

PSAT juga menekankan pentingnya standar keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan yang semakin diperketat. Perusahaan yang mampu menerapkan standar HSE (Health, Safety, and Environment) yang tinggi akan memiliki keunggulan kompetitif.

Dana yang diperoleh dari IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk penyetoran modal kepada anak perusahaan, PT Pancaran Karya Shipping (PKS), sebesar Rp175 miliar dalam bentuk ekuitas. Dana ini akan digunakan oleh PKS untuk pembelian dua unit kapal bulk carrier guna memperkuat armada. Sisanya akan digunakan untuk modal kerja, termasuk bahan bakar kapal.

Berikut perkiraan jadwal IPO PSAT:

  • Masa Penawaran Awal: 23 – 25 Juni 2025
  • Perkiraan Tanggal Efektif: 30 Juni 2025
  • Masa Penawaran Umum Perdana Saham: 2 – 4 Juli 2025
  • Perkiraan Tanggal Penjatahan: 4 Juli 2025
  • Perkiraan Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik: 7 Juli 2025
  • Perkiraan Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia: 8 Juli 2025

Sumber: ekonosia.com

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post