Ekonesia – Gelombang kejutan menyelimuti Old Trafford. Michael Carrick, yang semula hanya mengisi posisi pelatih sementara Manchester United, kini menjelma menjadi fenomena. Sejak mengambil alih kemudi tim, mantan gelandang Setan Merah ini mencatatkan rekor tak tersentuh kekalahan dalam enam pertandingan, dengan lima kemenangan dan satu hasil imbang. Performa cemerlang ini sontak memicu desakan agar manajemen klub mempertimbangkan untuk mengangkatnya sebagai pelatih permanen, menyingkirkan nama-nama besar yang sebelumnya digadang-gadang.
Baca juga: Real Madrid Kepincut Bintang Muda Argentina
Carrick mengisi kekosongan di kursi pelatih setelah pergantian kepemimpinan tim. Seketika, aura di Old Trafford mendadak berubah. Hasil di lapangan membaik drastis, dan respons publik pun ikut menghangat. Situasi ini menjadi fondasi kuat bagi sejumlah pengamat sepak bola untuk mendorong manajemen agar serius mempertimbangkan Carrick sebagai arsitek jangka panjang.

Dukungan Kuat untuk Carrick
Baca juga: Wow! Makanan RI Laris Manis di Brasil, Raup Miliaran!
Salah satu suara paling lantang datang dari Jody Morris, mantan pemain dan pelatih Chelsea yang pernah menempuh lisensi kepelatihan bersama Carrick. Berbicara dalam program In The Mixer di Sky Bet, Morris tak menyembunyikan kekagumannya. "Carrick sungguh luar biasa. Saya sudah lama mengenalnya. Dia adalah pemikir sepak bola yang cerdas," ujar Morris. Ia juga menyoroti perubahan cepat yang dilakukan Carrick, termasuk langkah berani memainkan talenta muda Kobbie Mainoo, yang langsung memberikan dampak positif signifikan.
Morris bahkan menyatakan bahwa akan menjadi kekeliruan fatal jika Manchester United gagal memberinya kontrak permanen, terutama jika tren positif ini berlanjut hingga akhir musim Liga Inggris. "Saya selalu mendukung pelatih muda Inggris mendapat kesempatan. Jika dia terus seperti ini, tidak memberinya pekerjaan itu akan menjadi tindakan yang keliru," tegasnya.
Keraguan Menyelimuti Luis Enrique
Di tengah rentetan hasil positif Carrick, nama besar seperti pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, sempat mencuat sebagai kandidat pesaing untuk kursi manajer musim panas nanti. Namun, Morris justru meragukan prospek tersebut. Ia menilai peluang Enrique meninggalkan Paris untuk menuju Old Trafford tidak besar. "Saya tetap memilih Carrick, karena saya tidak yakin Luis Enrique akan datang ke Manchester United," ucapnya.
Pandangan serupa juga diutarakan oleh mantan bek Manchester City, Joleon Lescott. Ia mempertanyakan apakah Enrique melihat Manchester United sebagai kontender serius dalam waktu dekat. "Saya tidak tahu apakah Enrique mau ke sana sekarang. Saya tidak yakin dia melihat mereka sebagai penantang gelar," kata Lescott. Menurutnya, Carrick justru memiliki modal lebih kuat berkat ikatan emosional yang kuat dengan klub dan para suporter.
Masa Depan Klub di Tangan Manajemen
Jika tren impresif ini berlanjut, keputusan manajemen Manchester United pada musim panas nanti bukan sekadar soal memilih nama besar atau pelatih internal. Ini adalah tentang arah pembangunan masa depan tim. Carrick memiliki kedekatan historis dengan klub serta penerimaan hangat dari basis penggemar. Dalam situasi ketika kepercayaan publik sempat goyah sebelum pergantian pelatih, enam laga tanpa kekalahan telah mengubah persepsi secara drastis, memunculkan gelombang optimisme yang sebelumnya meredup.
Pilihan antara melanjutkan proyek bersama Carrick atau mendatangkan figur seperti Luis Enrique akan menjadi penentu babak baru perjalanan klub. Untuk saat ini, hasil di lapangan berbicara jelas. Carrick belum kalah, dan dukungan terhadapnya semakin menguat, membuat namanya layak diperhitungkan sebagai arsitek masa depan Setan Merah.











Tinggalkan komentar