Sawit Rakyat Jadi Kunci Pangan & Energi? Ini Kata PalmCo!

Rachmad

31 Agustus 2025

2
Min Read
Sawit Rakyat Jadi Kunci Pangan & Energi? Ini Kata PalmCo!

Ekonesia Ekonomi – Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menekankan pentingnya peremajaan sawit rakyat (PSR) sebagai fondasi utama ketahanan pangan dan energi nasional. Menurutnya, kolaborasi yang kuat adalah kunci untuk mengoptimalkan potensi produktivitas petani sawit.

Jatmiko menyampaikan hal ini saat menjadi pembicara di The 2nd International Conference on Agirculture, Food and Enviromental Science (ICAFES) 2025 di Universitas Riau, Pekanbaru. Ia meyakini bahwa sektor sawit memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi Indonesia, terutama melalui peningkatan produktivitas petani.

Sawit Rakyat Jadi Kunci Pangan & Energi? Ini Kata PalmCo!
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

"Ruang terbesar untuk peningkatan ada di sisi petani. Kita bisa berkolaborasi untuk meningkatkan produktivitas mereka melalui intensifikasi," ujarnya.

PalmCo sendiri fokus pada dua kunci utama untuk mendukung program ketahanan pangan dan energi nasional, salah satunya adalah peningkatan produktivitas petani. Saat ini, produktivitas rata-rata petani sawit di Indonesia masih berkisar 2-3 ton CPO per hektare per tahun, jauh di bawah angka 6 ton yang dicapai oleh perkebunan yang dikelola secara profesional.

Untuk mengatasi kesenjangan ini, PalmCo telah menjalankan berbagai inisiatif, termasuk Program BUMN Untuk Sawit Rakyat, penyediaan bibit unggul bersertifikat (lebih dari dua juta batang telah diserap petani), penerapan skema off taker yang menjangkau lebih dari 10.200 hektare, dan penguatan kelembagaan koperasi.

Hingga tahun 2024, PalmCo telah mendukung pencairan dana BPDPKS untuk peremajaan sawit mitra KUD seluas 15.321 hektare. Model kemitraan ini menunjukkan hasil positif, dengan produktivitas tanaman menghasilkan (TM) plasma mencapai rata-rata 12,57 ton/Ha, bahkan ada yang mencapai 18,05 ton/Ha, melampaui standar nasional 12 ton/ha.

Jatmiko mengajak semua pihak untuk berkolaborasi memperkuat inisiatif PSR secara berkelanjutan. Ia meyakini bahwa jika intensifikasi dapat berjalan dengan baik, bukan hanya ketahanan pangan yang terwujud, tetapi juga target pemerintah dalam implementasi B50 pada tahun 2027 dapat tercapai.

ICAFES 2025 dihadiri oleh ratusan peserta, termasuk dekan fakultas pertanian se-Indonesia, dosen, peneliti, mahasiswa, serta ahli pangan dan lingkungan dari berbagai negara.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post