Ekonesia – Simpanan uang tunai di rekening bank masih jadi pilihan banyak orang meski investasi makin mudah. Tapi awas jangan kebablasan! Ahli keuangan wanti-wanti, terlalu banyak simpan uang di rekening justru bikin rugi.
Baca juga: Guler Bertahan? 3 Raksasa Eropa Gigit Jari!
Lantas, berapa sih saldo ideal yang aman di rekening? Perencana keuangan menyarankan, cukup untuk kebutuhan bulanan saja. Kenapa? Soalnya, simpan terlalu banyak uang tunai di tabungan itu sama saja mengundang bahaya.

Mulai dari risiko penipuan yang mengintai, inflasi yang terus menggerogoti nilai uangmu, sampai risiko salah transfer yang bikin pusing. Jessica Goedtel, seorang perencana keuangan bersertifikat, mengingatkan bahwa rekening tabungan tidak seaman kartu kredit. Kalau sampai kena bobol, urusannya bisa panjang dan rumit.
Baca juga: MU Dilarang Keras Gaet Pelatih Kontroversial
Gregory Guenther, seorang konselor perencanaan pensiun, malah menyarankan saldo optimal cukup untuk kebutuhan satu sampai dua minggu saja. "Kalau terlalu sedikit, setiap mau bayar jadi stres. Kalau terlalu banyak, potensi keuntungan investasi malah hilang," ujarnya.
Intinya, saldo ideal itu personal, yang penting kamu nyaman tanpa harus panik cek saldo tiap mau beli kebutuhan pokok. Meskipun saldo yang cukup bisa menghindarkanmu dari biaya admin bank, ingat ya, ini bukan pengganti dana darurat.
Dana darurat itu beda lagi. Fungsinya untuk kejadian besar dan mendadak, seperti biaya rumah sakit atau kalau tiba-tiba kehilangan pekerjaan. Idealnya, siapkan dana darurat tiga sampai enam bulan pengeluaran di tempat terpisah yang mudah diakses, misalnya rekening tabungan dengan bunga tinggi. Jadi, uangmu tetap aman dan siap dipakai kapan saja tanpa takut nilainya menyusut.











Tinggalkan komentar