Ekonesia – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyulut optimisme publik dengan pernyataan tegasnya mengenai prospek nilai tukar rupiah. Dalam momen peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2025 yang berlangsung pada 28 Januari 2026, Perry Warjiyo secara lugas menyampaikan komitmen bank sentral untuk tidak hanya mengawal kestabilan mata uang Garuda, tetapi juga memacunya menuju penguatan yang signifikan di masa mendatang.
Baca juga: Inggris Ketar-ketir! Mimpi Juara Dunia Terancam?
Perry Warjiyo menekankan bahwa menjaga stabilitas nilai tukar adalah prioritas utama. Lebih dari itu, ia memastikan bahwa berbagai langkah strategis akan diambil guna mendorong rupiah agar terus menunjukkan performa positif. "Kami akan terus menjaga stabilitasnya dan berupaya keras agar rupiah kita semakin perkasa," ujarnya, memancarkan keyakinan.

Dalam kesempatan yang sama, Perry juga menyoroti kebijakan suku bunga acuan BI. Sejak tahun 2024, Bank Indonesia telah melakukan pemotongan suku bunga sebanyak enam kali, membawa BI Rate kini berada di level 4,75 persen. Ia mengisyaratkan bahwa bank sentral masih memiliki ruang untuk kembali menurunkan tingkat suku bunga, sejalan dengan tren inflasi yang tetap terkendali pada level rendah.
Baca juga: Rudiger Diincar Arab Saudi, Madrid Langsung Gercep!
Terkait likuiditas, Perry Warjiyo menjamin ketersediaan dana yang memadai untuk mendukung penyaluran kredit ke sektor riil. Bank Indonesia berkomitmen untuk melanjutkan ekspansi likuiditas moneter, memastikan roda perekonomian terus berputar. "Kami pastikan likuiditas berlebih agar perbankan dapat menyalurkan kredit ke sektor riil," tegasnya. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan cadangan devisa sebagai benteng pertahanan untuk menjaga ketahanan ekonomi dari gejolak eksternal.











Tinggalkan komentar