TeraNews Bisnis – PT Brantas Abipraya (Persero) tengah membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Reda Bolo di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan lompatan besar dalam peningkatan layanan kesehatan di daerah tersebut. Peletakan batu pertama yang dilakukan Januari 2025, dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Bupati Sumba Barat Daya Yohannes Oktovianus, Direktur RSUD Reda Bolo Elfrida Marpaung, dan Direktur Utama Brantas Abipraya Sugeng Rochadi, menandai dimulainya era baru bagi akses kesehatan masyarakat Sumba Barat Daya.
Baca juga: Listrik 24 Jam! Pulau Terpencil Ini Kini Terang Benderang
"Pembangunan RSUD ini merupakan wujud nyata kontribusi Brantas Abipraya dalam mendukung program Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo, guna meningkatkan layanan kesehatan di seluruh Indonesia," jelas Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/5/2025). Proyek ini juga selaras dengan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dicanangkan Presiden, bertujuan meningkatkan status RSUD Reda Bolo dari tipe D menjadi tipe C.

RSUD Reda Bolo yang ditargetkan rampung Desember 2025 ini memiliki luas bangunan 6.565,92 meter persegi. Bangunan tiga lantai ditambah satu lantai basement ini akan menyediakan 100 tempat tidur. Setiap lantai dirancang dengan fungsi spesifik; basement untuk utilitas, lantai satu untuk ruang pendaftaran, poliklinik, radiologi, dan cathlab, lantai dua untuk rawat inap VIP dan standar, rehabilitasi medik, serta ruang cytotoxic dan poli, dan lantai tiga untuk ICU, PICU, HCU, ruang operasi, dan ruang persiapan dan pemulihan.
Baca juga: Mount: MU Bangkit! Sakit Hati Jadi Motivasi Juara
Dengan fasilitas yang lebih lengkap dan memadai, Brantas Abipraya optimistis RSUD Reda Bolo akan memberikan pelayanan medis yang lebih baik dan memenuhi standar kesehatan yang lebih tinggi. "Brantas Abipraya berkomitmen menyelesaikan pembangunan RSUD ini tepat waktu, dengan kualitas unggul dan biaya yang efisien," tegas Dian. Ia berharap, peningkatan status dan fasilitas rumah sakit ini akan memberikan akses kesehatan yang optimal dan berkualitas bagi masyarakat Sumba Barat Daya.











Tinggalkan komentar