Rokok Lesu GGRM Malah Cetak Laba Fantastis

Agus Riyadi

1 April 2026

2
Min Read

Ekonesia – PT Gudang Garam Tbk GGRM berhasil mengejutkan pasar dengan membukukan lonjakan laba bersih yang signifikan sepanjang tahun 2025. Di tengah gempuran penurunan penjualan rokok, emiten raksasa ini justru sukses mendongkrak keuntungannya, sebuah strategi cerdas yang patut dicermati.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru yang terungkap dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, laba tahun berjalan Gudang Garam pada 2025 melesat tajam mencapai Rp1,55 triliun. Angka ini mencerminkan peningkatan fantastis sebesar 58,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana perseroan hanya mencatat laba Rp980,81 miliar.

Rokok Lesu GGRM Malah Cetak Laba Fantastis
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Kenaikan laba yang impresif ini bukan berasal dari peningkatan pendapatan, melainkan berkat manuver efisiensi biaya yang agresif. Tercatat, pendapatan GGRM justru mengalami kontraksi sebesar 9,4% secara tahunan, merosot dari Rp98,64 triliun menjadi Rp89,37 triliun.

Penurunan pendapatan pokok penjualan juga menjadi bagian dari strategi ini. Beban pokok pendapatan berhasil ditekan menjadi Rp80,38 triliun, jauh lebih rendah dari Rp89,27 triliun pada tahun sebelumnya. Namun, upaya ini belum sepenuhnya mampu menopang laba bruto perusahaan yang tetap tergerus 4,21% secara tahunan, menjadi Rp8,98 triliun.

Hampir semua lini bisnis GGRM menghadapi tantangan serius. Penjualan sigaret kretek mesin SKM anjlok 8,32% menjadi Rp79,41 triliun, sementara sigaret kretek tangan SKT terpukul lebih dalam dengan penurunan 15,28% menjadi Rp7,9 triliun. Baik pasar domestik maupun ekspor sama-sama menunjukkan tren pelemahan.

Meski demikian, pemangkasan biaya paling signifikan terjadi pada pos beban usaha. GGRM sukses memangkas beban ini sebesar 13,81% menjadi Rp6,63 triliun. Perusahaan memangkas habis biaya transportasi, pengangkutan, iklan, promosi, dan beban pemasaran lainnya hingga 39,25%, menyisakan Rp1,44 triliun. Tak hanya itu, kompensasi karyawan juga tak luput dari pengetatan, dipangkas 18,34% menjadi Rp1 triliun.

Dari sisi permodalan, per Desember 2025, total aset perusahaan tercatat sebesar Rp75,25 triliun, turun dari Rp84,93 triliun pada akhir 2024. Sementara itu, liabilitas dan ekuitas GGRM masing-masing tercatat Rp12,68 triliun dan Rp62,57 triliun. Ini menunjukkan bagaimana GGRM beradaptasi dengan kondisi pasar yang menantang melalui pengelolaan biaya yang cermat demi menjaga profitabilitas.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post