Riset Pangan Diguyur Dana Segar! Impor Bisa Menciut?

Rachmad

28 Mei 2025

2
Min Read
Riset Pangan Diguyur Dana Segar! Impor Bisa Menciut?

TeraNews Bisnis – Pemerintah Indonesia resmi mengucurkan dana fantastis, antara Rp20 miliar hingga Rp40 miliar, demi memacu riset dan pengembangan komoditas pangan strategis. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor yang selama ini membebani negara.

Fokus utama dari gelontoran dana ini adalah empat komoditas krusial: jagung, kedelai, bawang putih, dan gandum. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa program ini tidak hanya sebatas riset di laboratorium, tetapi juga pengembangan dan aplikasi langsung di lapangan.

Riset Pangan Diguyur Dana Segar! Impor Bisa Menciut?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Penelitian terhadap komoditas seperti gandum dan bawang putih sebenarnya sudah dirintis sejak era 1990-an. Namun, melalui program yang baru digulirkan ini, pemerintah menargetkan penyelesaian dan implementasi riset secara terarah, sehingga produksi dalam negeri bisa melesat dan impor dapat ditekan secara bertahap.

Selain komoditas pangan utama, riset juga akan menyentuh 12 komoditas perkebunan, termasuk kelapa sawit dan tebu. Namun, pendekatannya berbeda. Jika pada jagung, kedelai, bawang putih, dan gandum fokusnya adalah pengurangan impor, maka untuk komoditas perkebunan, riset akan diarahkan pada pengembangan hilirisasi agar produk tidak hanya dijual dalam bentuk mentah.

"Kita ingin, sesuai keinginan Presiden, komoditas yang sebagian besar masih impor ini bisa pelan-pelan kita kurangi impornya, menuju swasembada," ujar Sudaryono.

Untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan implementasi, pemerintah akan membentuk konsorsium riset yang melibatkan peneliti dari universitas, Kementerian Pertanian, serta pelaku industri. Setiap konsorsium akan bertanggung jawab penuh atas satu komoditas, mulai dari penelitian awal hingga aplikasi dan standardisasi produk akhir.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menambahkan bahwa riset di perguruan tinggi akan dikonsolidasikan agar lebih fokus pada pencapaian kemandirian pangan. Skema riset ini dirancang berjalan selama tiga tahun, dengan target luaran tahunan seperti peningkatan kapasitas produksi per hektare.

Brian juga menegaskan bahwa riset ini tidak dimulai dari nol. Penelitian sebelumnya akan diarahkan dan dihubungkan dengan proses standarisasi dan komersialisasi melalui koneksi dengan Kementan dan pihak industri. Konsorsium juga akan memastikan aspek budidaya, teknologi pertanian, hingga alat dan mesin pertanian (alsintan) berjalan terintegrasi.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat mempercepat akselerasi hasil riset agar tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan produksi pangan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post