Ramalan Superkomputer Gegerkan Liga Inggris

El-Shinta

19 Februari 2026

3
Min Read

Ekonesia – Drama Liga Primer Inggris semakin memanas setelah Arsenal terpeleset di markas Wolverhampton Wanderers. Hasil imbang yang didapat The Gunners dini hari tadi bukan hanya membuat dua poin krusial terlepas, tetapi juga membuka lebar pintu bagi Manchester City untuk mendekat dalam perburuan gelar juara. Sebuah simulasi terbaru dari superkomputer Opta kini mengungkap peta persaingan yang mengejutkan, mulai dari puncak klasemen hingga zona merah.

Pekan-pekan terakhir menjadi ujian berat bagi skuad Mikel Arteta. Setelah sebelumnya kehilangan angka saat menghadapi Brentford, kegagalan mengamankan kemenangan di Molineux semakin memperketat jarak. Pertandingan tunda melawan Wolves, yang seharusnya dimainkan lebih awal, kini terasa sangat mahal. Jika saja gol penyama kedudukan di menit-menit akhir tidak terjadi, Arsenal bisa saja nyaman di puncak. Kini, dengan Manchester City yang masih memiliki satu laga tunda di tangan, potensi selisih poin bisa menyempit drastis.

Ramalan Superkomputer Gegerkan Liga Inggris
Gambar Istimewa : gilabola.com

Menurut perhitungan canggih Opta, meskipun baru saja kehilangan poin, Arsenal tetap menjadi kandidat terkuat untuk mengangkat trofi. Mereka diproyeksikan mengakhiri musim dengan sekitar 80 poin, angka yang relatif rendah dibandingkan para juara liga sebelumnya. Peluang The Gunners untuk menjadi kampiun memang sedikit menurun dari 85,81% menjadi 80,92%. Sementara itu, Manchester City diperkirakan akan finis sekitar enam poin di belakang pemuncak klasemen. Aston Villa, meski tampil impresif, tampaknya sudah tersingkir dari persaingan mahkota, namun posisi ketiga akan menjadi pencapaian luar biasa bagi mereka.

Bukan hanya perebutan gelar, persaingan menuju Liga Champions juga tak kalah sengit. Berkat performa gemilang klub-klub Inggris di kancah Eropa musim ini, Liga Primer kemungkinan besar akan mendapatkan satu jatah tambahan di kompetisi antarklub paling elite itu, artinya lima tim teratas berhak melaju. Liverpool, Chelsea, dan Manchester United diprediksi akan bertarung habis-habisan untuk memperebutkan posisi keempat dan kelima. Ketiga raksasa ini diproyeksikan finis dengan poin yang sangat berdekatan, sekitar 62 angka. Liverpool sedikit diunggulkan, diikuti ketat oleh Chelsea. Sayangnya, Manchester United diprediksi harus puas di urutan keenam dan berlaga di Liga Europa. Tim kuda hitam seperti Brentford masih memiliki harapan tipis, namun jarak dengan lima besar terbilang sulit dikejar.

Di sisi lain tabel, drama perebutan bertahan di kasta tertinggi juga mencapai puncaknya. Sunderland, yang baru kembali ke Liga Primer, tampil di luar dugaan dan diprediksi akan finis di posisi aman. Namun, bagi tim-tim di bawahnya, perjuangan masih sangat berat. Nottingham Forest dan West Ham United diperkirakan akan berjuang hingga peluit akhir musim. West Ham memiliki probabilitas degradasi yang cukup tinggi, mencapai 71,03%. Situasi paling genting dialami oleh Burnley dan Wolves. Burnley diproyeksikan hanya mengumpulkan sekitar 28 poin, sementara Wolves, meski baru saja menahan Arsenal, justru diprediksi akan terdegradasi dengan probabilitas 100%, hanya mengumpulkan 20 poin di akhir musim.

Meskipun ini hanyalah proyeksi superkomputer dan masih banyak pertandingan tersisa, hasil simulasi Opta memberikan gambaran jelas tentang ketatnya persaingan di Liga Primer musim ini. Arsenal memang masih memegang kendali, namun setiap poin yang hilang bisa berakibat fatal. Sementara itu, di dasar klasemen, beberapa tim harus bersiap menghadapi kenyataan pahit.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post