TeraNews Bisnis – Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi yang mengesankan, mencapai Rp13,2 triliun hingga Maret 2025. Kenaikan 3,9% YoY ini tak lepas dari strategi jitu yang dijalankan, yaitu akselerasi digital dan ekspansi kredit berkelanjutan. Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, dalam paparan kinerja di Jakarta, Selasa (29/4/2025), mengungkapkan keberhasilan ini sebagai buah dari sinergi dengan berbagai mitra dan partisipasi aktif dalam program pemerintah.
Baca juga: Amankah Transaksi Digitalmu di Ramadan?
Darmawan menekankan pentingnya pembiayaan sektor-sektor prospektif dan digitalisasi layanan finansial untuk pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. "Sebagai BUMN, Bank Mandiri berperan strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional," tegasnya. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan platform digital andalannya, Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri.

Hingga Maret 2025, Livin’ by Mandiri telah menjangkau 30,7 juta pengguna dengan frekuensi transaksi mencapai 1,1 miliar transaksi (naik 30% YoY) dan nilai transaksi menembus Rp1.070 triliun (naik 16% YoY). Sementara itu, Kopra by Mandiri mencatat volume transaksi 349 juta dengan nilai transaksi dikelola mencapai Rp6.000 triliun, tumbuh 23% YoY. Total volume transaksi digital Bank Mandiri pun meroket hingga Rp7.066 triliun, meningkat 21,9% secara tahunan.
Baca juga: Panen Padi Anjlok! Mei 2025 Bikin Petani Merana?
Keberhasilan ini juga berdampak positif pada efisiensi operasional, ditandai dengan rasio biaya terhadap pendapatan (CIR) bank only yang terjaga di angka 38,2%. Livin’ Merchant, diluncurkan Juni 2023, juga turut berkontribusi signifikan dengan 2,6 juta pengguna terdaftar (pertumbuhan 35% YoY) dan peningkatan pengguna aktif bulanan hingga tiga kali lipat dibandingkan Maret 2024. Platform ini menjadi penggerak utama digitalisasi UMKM, termasuk di wilayah non-urban.
Digitalisasi ini mendorong peningkatan pendapatan non bunga konsolidasi sebesar 17,3% YoY menjadi Rp11,24 triliun, didorong oleh transaksi digital, layanan trade finance, treasury, dan pengelolaan dana. Return on Equity (ROE) Bank Mandiri pun tetap solid di level 20,8% secara bank only.
Darmawan menegaskan komitmen Bank Mandiri untuk melanjutkan strategi pertumbuhan berkelanjutan melalui akselerasi segmen wholesale dan penguatan ekosistem ritel, dengan tetap mengedepankan manajemen risiko yang disiplin. Fokus pada peningkatan dana murah berbasis transaksi dan pembiayaan sektor unggulan diharapkan mampu menjaga efisiensi biaya dana dan mendukung ekspansi bisnis yang sehat dan berkesinambungan.











Tinggalkan komentar