TeraNews Bisnis – Ketua CT Corp, Chairul Tanjung (CT), baru-baru ini mengungkapkan penyebab keterlambatan iPhone 16 masuk pasar Indonesia. Ponsel keluaran September 2024 itu baru tersedia di Indonesia pada 11 April 2025, selang tujuh bulan dari peluncuran global. Menurut CT, keterlambatan ini tak lepas dari kebijakan ekonomi Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump.
Baca juga: Nelayan Mancing di Laut Jawa Kaget Angkat Harta Rp 720 M
Dalam sebuah acara bertajuk ‘Dinamika dan Perkembangan Dunia Terkini: Geopolitik, Keamanan dan Ekonomi Global’ di Ballroom Grand Sahid Jaya, Minggu (13/4), CT menjelaskan bahwa Trump, sebagai presiden sekaligus pebisnis, memprioritaskan kepentingan bisnis AS. Hal ini tercermin dalam kebijakan tarif yang diberlakukan ke berbagai negara, termasuk Indonesia. CT menyoroti bahwa permasalahan akses Apple ke Indonesia bisa menjadi alat tawar-menawar Trump untuk menurunkan tarif, dengan syarat-syarat tertentu seperti Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

"Contoh, saya akan turunin tarif kalau you TKDN dan lain sebagainya. Ini sudah di-address oleh Presiden Prabowo. Yang kedua, perluasan Starlink. Starlink masuk ke Indonesia, dihambat. Jadi banyak ya, ujungnya semua kepentingan bisnis Amerika," ungkap CT.
Baca juga: Ugarte Hengkang MU? Italia Siap Tampung!
CT menambahkan bahwa AS di bawah kepemimpinan Trump akan menjadikan ekonomi sebagai poros utama kebijakan politiknya. Era multilateralisme, menurut CT, telah berakhir dan digantikan oleh pendekatan resiprokal atau win-win solution yang berorientasi bisnis (business to business atau B2B). "Sekarang ini ekonomi adalah panglima. Jadi ekonomi akan menjadi betul-betul delivery dari kebijakan politik. Kebijakan G2G sekarang itu eranya bukan multilateralisme lagi, tapi resiprokal," tegas CT.
Lebih lanjut, CT menilai latar belakang Trump sebagai pengusaha akan sangat mempengaruhi arah kebijakan AS. "Era multilateralisme ini sudah berakhir. Trump ini adalah seorang pengusaha. Jadi kalau pengusaha itu pasti bicaranya B2B, business to business. Prinsip business to business adalah win win solutions," jelasnya. CT menekankan bahwa prinsip resiprokal dalam hubungan antar pemerintah (G2G) akan menjadi kunci di masa depan, dengan fokus pada solusi saling menguntungkan.











Tinggalkan komentar