Rahasia BNI Siap Meledak di 2026 Terungkap

Agus Riyadi

15 Februari 2026

2
Min Read

Ekonesia – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI diprediksi memiliki peluang emas untuk mencetak performa gemilang di tahun 2026. Fondasi permodalan dan likuiditas yang kokoh menjadi amunisi utama BNI dalam menggenjot pertumbuhan kredit secara signifikan.

Strategi BNI pada tahun 2025 secara cermat menyeimbangkan ekspansi bisnis, efisiensi biaya dana, dan penguatan struktur permodalan. Fokus utama diarahkan pada pengumpulan dana murah, khususnya Current Account Saving Account (CASA), yang menjadi tulang punggung keberlanjutan bisnis perbankan.

Rahasia BNI Siap Meledak di 2026 Terungkap
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Peran CASA sangat vital dalam industri perbankan. Dana yang berasal dari giro dan tabungan ini memungkinkan bank menekan biaya dana (cost of fund) dan secara langsung meningkatkan margin bunga bersih (NIM). BNI berhasil menunjukkan performa impresif dalam aspek ini.

Pada periode sebelumnya, BNI sukses mencatatkan pertumbuhan CASA sebesar 28,9 persen. Angka ini didorong oleh lonjakan giro sebesar 43,8 persen dan kenaikan tabungan sebesar 11,2 persen. Struktur pendanaan yang sehat ini menjadi penopang likuiditas optimal, krusial untuk mendorong penyaluran kredit pada tahun 2026.

Direktur Finance and Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, menegaskan pentingnya diversifikasi strategi pertumbuhan kredit. "Pendekatan pertumbuhan kredit yang terdiversifikasi adalah kunci untuk menjaga kualitas portofolio di tengah gejolak perlambatan ekonomi global," ujarnya beberapa waktu lalu.

Transformasi digital juga menjadi pendorong utama. BNI terus mengembangkan wondr by BNI, sebuah platform transaksi personal yang telah menjaring lebih dari 12 juta pengguna hingga akhir 2025. Tingkat aktivitas transaksi yang tinggi pada platform ini secara signifikan berkontribusi pada peningkatan tabungan ritel dan penguatan CASA.

Selain itu, BNI juga memperkuat platform BNIdirect untuk segmen korporasi dan bisnis. Layanan ini mencakup Cash Management, Trade Finance, Bank Guarantee, hingga Supply Chain Financing. Sepanjang tahun 2025, BNIdirect mencatat pertumbuhan jumlah pengguna dan nilai transaksi lebih dari 25 persen secara tahunan, yang secara langsung memperkuat dana giro korporasi.

Dengan pertumbuhan kredit mencapai 15,9 persen pada akhir 2025 dan rasio kecukupan modal (CAR) yang kokoh di angka 20,7 persen—jauh di atas ketentuan regulator—BNI memiliki ruang gerak yang luas untuk ekspansi bisnis dan mitigasi risiko di masa mendatang. Semua indikator ini menunjukkan kesiapan BNI untuk melesat di tahun 2026.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post