Produsen Toilet Mendadak Kaya Raya Rahasia AI Terbongkar

Agus Riyadi

24 Februari 2026

3
Min Read

Ekonesia – Sebuah fenomena mengejutkan melanda pasar saham Tokyo ketika saham Toto Ltd, produsen perlengkapan kamar mandi asal Jepang, tiba-tiba meroket lebih dari 40% sepanjang tahun ini. Lonjakan drastis ini bukan dipicu oleh inovasi kloset pintar terbaru, melainkan karena persepsi investor yang mengaitkan perusahaan ini dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) melalui jalur yang tak terduga.

Pemicu utama gejolak pasar ini adalah laporan mendalam dari Palliser Capital, sebuah firma investasi yang berbasis di London dan termasuk salah satu dari 20 pemegang saham terbesar Toto. Awal pekan ini, Palliser merilis analisis yang menguraikan potensi besar Toto untuk mendongkrak nilai bagi para investornya. Kuncinya terletak pada penguatan investasi di segmen bisnis keramik canggih yang selama ini mungkin kurang mendapat sorotan.

Produsen Toilet Mendadak Kaya Raya Rahasia AI Terbongkar
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Laporan bertajuk "Memaksimalkan Nilai TOTO: Penerima Manfaat AI Memori yang Paling Diremehkan dan Diabaikan" itu secara gamblang menjelaskan bagaimana Toto bisa bertransformasi. Dari sekadar unggulan di industri sanitasi, perusahaan ini berpeluang menjadi inovator material semikonduktor terkemuka. Palliser menyoroti produksi chuck elektrostatik Toto, komponen keramik vital yang digunakan oleh pabrikan peralatan chip untuk mengukir wafer semikonduktor.

Segmen bisnis ini, menurut Palliser, adalah tambang emas tersembunyi. Data menunjukkan margin laba operasionalnya mencapai 40,6% dengan pengembalian aset sebesar 34,2%. Angka-angka fantastis ini jauh melampaui kinerja pesaing di sektor serupa seperti Shinko, NGK, Sumitomo Osaka, dan Niterra.

Meskipun demikian, Palliser mengklaim bahwa saham Toto masih dinilai terlalu rendah, sekitar 55% di bawah nilai seharusnya. Untuk mengatasi ini, mereka mengusulkan beberapa langkah strategis. Pertama, Toto harus meningkatkan transparansi mengenai nilai dan prospek bisnis keramiknya. Kedua, investasi di unit tersebut perlu digandakan mengingat potensi pertumbuhannya yang tinggi. Terakhir, efisiensi modal harus ditingkatkan, salah satunya dengan menjual saham kepemilikan Toto di perusahaan lain.

Pasca pengumuman rencana ini, saham Toto langsung melesat dari sekitar 5.500 yen (sekitar US$35,50) menjadi sekitar 6.200 yen (sekitar US$40). Palliser bahkan memproyeksikan potensi kenaikan signifikan, menargetkan harga saham bisa mencapai 8.800 yen (sekitar US$56,85) jika perusahaan menjalankan rekomendasi mereka. Ini berarti kenaikan lebih dari 55% dari harga sebelum proposal diajukan.

Namun, tidak semua analis sependapat dengan optimisme Palliser. Dari tujuh analis yang memantau kinerja Toto, hanya tiga yang merekomendasikan "Beli". Tiga lainnya menyarankan "Tahan", dan satu bahkan memberikan peringkat "Jual". Target harga rata-rata dari para analis ini justru sedikit di bawah 4.800 yen (sekitar US$31), atau lebih dari 20% di bawah harga saham saat ini.

Dengan demikian, meski Palliser melihat saham Toto sebagai "barang murah" pada level harga sekarang, para investor perlu menyadari bahwa banyak pakar lain justru berpandangan sebaliknya.

Sebagai informasi tambahan, Toto Ltd. juga memiliki jejak bisnis di Indonesia melalui PT Surya Toto Indonesia Tbk. (TOTO), sebuah perusahaan patungan dengan CV Surya.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post