Ekonesia – Pasar modal Indonesia diguncang badai hebat pekan ini Indeks Harga Saham Gabungan IHSG terperosok tajam memicu kepanikan investor dan aliran dana asing keluar Namun Presiden Prabowo Subianto tak tinggal diam Ia mengirimkan sinyal kuat dan pesan menenangkan bagi seluruh pelaku pasar melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Baca juga: Arsenal Korbankan Saliba? Madrid Beri Jawaban Menohok!
Dalam sepekan IHSG mencatat pelemahan signifikan hingga 694 persen sebuah rekor terburuk sejak Februari 2025 Kondisi ini bahkan memaksa otoritas bursa memberlakukan penghentian perdagangan sementara atau trading halt dua hari berturut-turut pada 28-29 Januari 2026 Kendati sempat menguat 118 persen pada 30 Januari 2026 asing tetap mencatat net outflow sebesar Rp 1393 triliun sepanjang pekan itu

Gejolak ini disinyalir kuat akibat keputusan penyedia indeks global MSCI yang menangguhkan saham-saham Indonesia dari portofolio bergengsinya Tak hanya itu MSCI juga melayangkan ancaman potensi penurunan status Indonesia dari emerging markets menjadi frontier market
Baca juga: Polestar 7 Siap Mengaspal! Hasil Kolaborasi Maut dengan Volvo
Kekisruhan pasar ini turut menyeret sejumlah pejabat tinggi Empat petinggi Otoritas Jasa Keuangan OJK dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia BEI memutuskan mengundurkan diri Namun pemerintah bergerak cepat mengisi kekosongan tersebut demi menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar
Di tengah situasi penuh ketidakpastian ini Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arahan penting yang diungkapkan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada Sabtu malam 31 Januari 2026 "Kepada para investor domestik mitra internasional dan seluruh rakyat Indonesia pondasi ekonomi Indonesia tetap kokoh dan resilien Pemerintah berkomitmen penuh menjaga stabilitas pasar keuangan dan menciptakan iklim investasi yang transparan adil serta berkelas dunia" tegas Airlangga mengutip amanat Presiden
Tak hanya sekadar janji dalam pertemuan strategis di Wisma Danantara yang dihadiri para petinggi kementerian dan lembaga pemerintah juga membeberkan sejumlah prioritas utama Pertama kondisi makro ekonomi Indonesia dinilai sangat kuat dengan pertumbuhan 504 persen pada Kuartal III 2025 dan diperkirakan tumbuh lebih tinggi pada Kuartal IV 2025
Kedua pemerintah bertekad memberantas praktik saham gorengan yang dinilai manipulatif Transparansi akan ditingkatkan melalui demutualisasi BEI yaitu perubahan status dari organisasi berbasis keanggotaan menjadi entitas berbentuk perusahaan yang dapat dimiliki publik atau pihak lain
Langkah cepat juga terlihat dalam pengisian kembali posisi kunci di OJK Friderida Widyasari diangkat sebagai Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK sembari tetap mengemban tugas sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan Edukasi dan Pelindungan Konsumen Sementara itu Direktur Utama BEI yang baru dijadwalkan akan diumumkan pada Senin 2 Februari mendatang











Tinggalkan komentar