Ekonesia – Stadion Gelora Bung Tomo bergemuruh merayakan kemenangan krusial Persebaya Surabaya. Dalam laga sengit pekan ke-26 Super League 2025/2026, Bajul Ijo berhasil menaklukkan tamunya, Persita Tangerang, dengan skor tipis 1-0. Hasil dramatis ini tak hanya menambah tiga poin penting, tetapi juga secara signifikan mengubah konstelasi di papan atas klasemen sementara.
Baca juga: Malioboro Siapkan ‘SPBU’ Becak Listrik!
Sejak peluit awal ditiup, kedua tim langsung menunjukkan intensitas tinggi. Persita Tangerang, yang berjuluk Pendekar Cisadane, sempat mengejutkan lewat pergerakan Ahmad Nur Hardianto pada menit ke-13, namun sepakannya masih belum menemui sasaran. Persebaya tak tinggal diam, tiga menit berselang, penyerang andalan Mihailo Perovic melepaskan tembakan keras yang memaksa kiper Igor Rodrigues melakukan penyelamatan gemilang. Meski Persebaya lebih banyak menguasai bola dan menciptakan beberapa peluang, pertahanan rapat Persita membuat skor kacamata bertahan hingga jeda.

Kebuntuan akhirnya pecah di babak kedua, tepatnya pada menit ke-61. Momen krusial itu bermula dari aksi brilian Arief Catur yang melakukan penetrasi dari sisi sayap. Setelah melewati kawalan bek lawan, Catur mengirimkan umpan tarik mematikan ke jantung pertahanan. Bola sempat disambar Pedro Matos namun berhasil diblok, sebelum akhirnya Francisco Rivera datang menyambar bola muntah dengan sepakan akurat yang tak mampu dihalau kiper lawan, menggetarkan jala gawang Persita.
Baca juga: Pariwisata RI Makin Gencar! Ini Jurus Pemerintah
Tertinggal satu gol, Persita berupaya keras menyamakan kedudukan. Peluang emas sempat hadir melalui kaki Andrejic Aleksa pada menit ke-74. Namun, kiper Persebaya, Andhika Ramadhani, tampil heroik dengan melakukan penyelamatan gemilang, menggagalkan ambisi tim tamu untuk membawa pulang poin. Skor 1-0 untuk keunggulan Persebaya pun tak berubah hingga wasit meniup peluit panjang.
Tambahan tiga poin ini melesatkan Persebaya ke posisi kelima klasemen sementara dengan koleksi 42 angka, berhasil menggeser Persita yang sebelumnya menempati peringkat tersebut. Sementara itu, Persita harus rela turun satu strip ke posisi keenam dengan 41 poin, hanya terpaut tipis satu angka dari rivalnya.
Kemenangan Persebaya kali ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan cerminan dari kematangan taktis dan kesabaran dalam membongkar pertahanan lawan yang rapat. Dominasi lini tengah dan rotasi peran di area berbahaya terbukti efektif di babak kedua. Peran Francisco Rivera sebagai penyerang lapis kedua sangat vital, mampu membaca arah bola pantul saat barisan depan kesulitan menembus. Di sisi lain, Persita memang menunjukkan organisasi pertahanan yang solid, namun kegagalan mereka dalam memanfaatkan transisi cepat menjadi gol menjadi pekerjaan rumah utama yang harus segera dibenahi. Untuk informasi terkini seputar dunia olahraga, ikuti terus update dari Ekonesia di Google News.



Tinggalkan komentar