Ekonesia – Manajer Manchester City Pep Guardiola menyerukan kewaspadaan tinggi. Meski timnya baru saja memangkas jarak dengan pemuncak klasemen Liga Inggris, Arsenal, setelah menaklukkan Newcastle United 2-1 di Etihad, Guardiola menegaskan perburuan gelar juara masih jauh dari kata usai. Kemenangan krusial ini membuat The Citizens kini hanya berjarak dua poin dari The Gunners, yang baru akan melakoni Derby London Utara kontra Tottenham Hotspur.
Baca juga: OJK Mundur Siapa Penyelamat Asuransi Anda
Performa gemilang Nico O’Reilly menjadi sorotan utama dalam laga kontra The Magpies. Ia membuka keunggulan tuan rumah sebelum Lewis Hall sempat menyamakan kedudukan. Namun, O’Reilly kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-27, memastikan tiga poin berharga bagi City. Hasil positif ini memperpanjang catatan kemenangan beruntun City menjadi tiga laga di Premier League, berbanding terbalik dengan Arsenal yang hanya meraih dua kemenangan dari tujuh pertandingan liga terakhir mereka.

Guardiola tak ingin anak asuhnya terlena dengan kondisi ini. Pelatih asal Spanyol itu menyatakan, perjalanan menuju akhir musim akan penuh rintangan tak terduga. "Saya punya firasat kami tidak akan memenangkan semua pertandingan sisa," ujar Guardiola usai pertandingan. Ia menyoroti padatnya jadwal kompetisi, termasuk keterlibatan di Piala FA dan Liga Champions, serta potensi cedera pemain dan sulitnya laga tandang sebagai faktor penentu. Bahkan, jeda internasional yang akan datang pun dinilai bisa mengubah ritme tim.
Baca juga: Pelni: 86 Ribu Kontainer Logistik Terdistribusi!
Meskipun kemenangan atas Newcastle sangat penting untuk mendekatkan mereka ke puncak dan menjauhkan dari pesaing Liga Champions seperti Aston Villa dan Chelsea, Guardiola memilih untuk tetap tenang. Ia menginstruksikan timnya agar fokus sepenuhnya pada pertandingan berikutnya melawan Leeds, tanpa terlalu memikirkan posisi di tabel klasemen.
Guardiola mengakui penampilan timnya saat melawan Newcastle belum mencapai level sempurna, bahkan ia tidak menyebutnya sebagai permainan ideal. Namun, ia sangat puas dengan karakter dan semangat juang yang ditunjukkan para pemainnya di momen-momen genting musim ini. Menurutnya, kesatuan tim adalah kunci utama, baik saat berlaga di Liga Champions maupun menghadapi lawan tangguh seperti Newcastle di Liga Inggris.
Dengan 11 pertandingan tersisa dan persaingan ketat di papan atas, Guardiola memberi sinyal kuat bahwa penentuan gelar juara belum akan terjadi dalam waktu dekat. Momen krusial yang paling dinanti adalah pertemuan langsung Manchester City dengan Arsenal di Stadion Etihad pada bulan April mendatang, sebuah laga yang berpotensi menjadi penentu arah perburuan gelar.











Tinggalkan komentar