Ekonesia – Mimpi Olympiakos untuk melangkah lebih jauh di kancah Eropa harus kandas secara dramatis. Wakil Yunani itu gagal membalikkan keadaan setelah hanya mampu bermain imbang tanpa gol saat melawat ke markas Bayer Leverkusen, Jerman, Selasa dini hari. Hasil ini memastikan langkah mereka terhenti di babak play-off Liga Champions dengan agregat 0-2 untuk keunggulan tim tuan rumah.
Baca juga: McLaren Ogah Ikut Arus Listrik Ini Alasannya
Skor kacamata di leg kedua ini jelas tidak cukup untuk menutupi defisit dua gol dari pertemuan sebelumnya. Dengan demikian, petualangan Olympiakos di kompetisi Eropa musim ini resmi berakhir, memaksa mereka kini mengalihkan fokus penuh pada persaingan di liga domestik.

Taktik Mendilibar Tak Berbuah Manis
Baca juga: Maut di Ponpes AHY Minta Audit Bangunan!
Pelatih Olympiakos, Jose Luis Mendilibar, mencoba pendekatan yang berbeda dibandingkan leg pertama. Ia menurunkan tiga gelandang tengah, sebuah upaya untuk meredam transisi cepat Bayer yang sebelumnya terbukti sangat efektif. Di lini serang, Mendilibar secara mengejutkan lebih memilih Mehdi Taremi sebagai starter, ketimbang Ayoub El Kaabi yang berstatus top skor Liga Yunani. El Kaabi baru diturunkan pada menit ke-66, saat kebutuhan untuk mencetak gol sudah semakin mendesak.
Sejak peluit awal dibunyikan, Bayer Leverkusen langsung tancap gas dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Meski demikian, tak satu pun tembakan mereka berhasil menemui sasaran. Olympiakos juga sempat mendapatkan momen untuk membalas, namun masalah penyelesaian akhir menjadi momok yang terus menghantui mereka sepanjang pertandingan.
Memasuki babak kedua, juara Yunani itu menggenjot intensitas serangan. Di sisi lain, Bayer tampil lebih konservatif, cenderung menjaga struktur pertahanan dan mengamankan keunggulan agregat mereka. Olympiakos mencoba peruntungan lewat bola-bola panjang dan umpan silang ke kotak penalti, tetapi lini belakang tuan rumah tampil sangat disiplin dan sulit ditembus.
Pada menit ke-62, Alex Grimaldo nyaris membuka keunggulan bagi Leverkusen ketika sepakannya dari jarak ideal membentur tiang gawang. Momen tersebut menjadi salah satu peluang paling berbahaya dalam laga yang secara umum berjalan relatif terkendali bagi tuan rumah.
Mandulnya Lini Serang Jadi Sorotan
Hingga waktu normal berakhir, Olympiakos tak mampu menemukan celah di pertahanan kokoh Bayer. Tuan rumah relatif nyaman, cukup mengontrol tempo dan memastikan laga tetap tanpa gol. Pada masa tambahan waktu, kedua tim sempat menciptakan peluang, menawarkan sedikit drama sebelum peluit panjang berbunyi.
Bagi Mendilibar, eliminasi dari Liga Champions bukan satu-satunya masalah. Dalam lima pertandingan terakhir di semua kompetisi, timnya tercatat hanya membukukan dua gol. Statistik ini memperlihatkan krisis gol yang berpotensi mengancam ambisi mereka di liga domestik.
Dengan petualangan Eropa yang telah usai, fokus kini beralih sepenuhnya ke persaingan di Yunani. Namun, jika masalah ketajaman di lini depan tak kunjung terpecahkan, tekanan berat akan menanti Mendilibar dan para penyerangnya dalam beberapa pekan ke depan.











Tinggalkan komentar