Ekonesia – Otoritas Jasa Keuangan OJK baru-baru ini membuka tabir prospek pasar modal Indonesia menjelang tahun 2026. Dalam sebuah pernyataan penting di Jakarta, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi memaparkan sejumlah peluang emas sekaligus tantangan serius yang patut dicermati para pelaku industri.
Baca juga: UMKM Kebanjiran Produk Impor? Ini Jurus Ampuh Pemerintah!
Inarno menjelaskan bahwa secara global bayang-bayang ketidakpastian masih menghantui. Fluktuasi suku bunga dunia dinamika harga komoditas serta tensi geopolitik berpotensi memicu volatilitas pasar yang signifikan. Namun ia optimis bahwa fondasi ekonomi Indonesia yang kokoh dan terjaga memberikan ruang gerak yang cukup luas untuk terus memperkuat kinerja pasar modal secara berkelanjutan.

Menyadari kompleksitas lanskap ini OJK bersama Self-Regulatory Organization SRO telah menyusun serangkaian prioritas strategis untuk tahun mendatang. Kolaborasi erat dengan institusi vital seperti Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia menjadi kunci utama dalam upaya pengembangan ini. Fokus utama lainnya mencakup peningkatan keamanan siber demi menjaga kepercayaan investor penguatan integritas pasar peningkatan kapabilitas kelembagaan pelaku usaha jasa keuangan serta pengembangan keuangan berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Baca juga: Petani Kaltim Siap Go Global! Didukung Sertifikasi Sawit
Inarno menekankan bahwa semua agenda ambisius ini tidak akan terwujud tanpa dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan di ekosistem pasar modal. Ia mengajak semua pihak untuk terus memelihara sinergi yang solid antara regulator pelaku industri dan investor. "Mari bersama-sama kita wujudkan pasar modal Indonesia yang inklusif berkelanjutan dan bertanggung jawab," pungkasnya.











Tinggalkan komentar