Ekonesia – Masa depan Sandro Tonali di kancah Liga Inggris bersama Newcastle United terus menjadi sorotan hangat. Media-media di Italia tak henti mempertanyakan apakah gelandang berkelas itu akan bertahan lama di St James’ Park. Spekulasi mengenai kemungkinan Tonali kembali ke Serie A sempat mencuat, namun banderol selangit yang dipatok Newcastle membuat klub-klub Italia, termasuk Juventus, kesulitan untuk mewujudkan transfer tersebut.
Baca juga: Wow! Papua Selatan Jadi Lumbung Pangan Nasional!
Di tengah ketidakpastian Tonali, manajemen Newcastle tak tinggal diam. Mereka dikabarkan telah mengantongi nama potensial sebagai pengganti, yaitu gelandang Juventus, Khephren Thuram. Pemain internasional Prancis ini menjadi target utama The Magpies, terutama jika Si Nyonya Tua gagal mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Kegagalan tersebut bisa memaksa Juventus melepas aset berharganya demi menjaga stabilitas finansial klub.

Thuram, yang didatangkan Juventus dari Nice dengan mahar sekitar €20 juta (sekitar Rp340 miliar), kini memiliki nilai pasar yang meroket tajam. Untuk mendatangkan gelandang berusia 25 tahun ini, klub peminat harus menyiapkan dana fantastis mencapai €60 juta, atau setara dengan Rp1 triliun. Angka ini mencerminkan kontribusi vital Thuram dalam skuad Juventus, yang tentu tak ingin melepasnya dengan harga murah. Selain Newcastle, raksasa Premier League seperti Manchester United dan Liverpool juga disebut-sebut menaruh minat besar pada sang pemain.
Baca juga: Dana Segar Rp55 T Mandiri Siap Gebrak Kredit!
Meski Juventus tengah berupaya menawarkan kontrak baru, keputusan akhir mengenai masa depan Thuram sangat bergantung pada pencapaian mereka di akhir musim. Jika ia benar-benar angkat kaki, Newcastle harus mempertimbangkan perbedaan gaya bermain Thuram dengan Tonali.
Thuram dikenal sebagai gelandang dengan kemampuan membawa bola yang mumpuni dan lebih efektif beroperasi di lini tengah yang lebih maju, sering disebut sebagai gelandang "nomor delapan" yang aktif membantu serangan. Sementara itu, Tonali selama ini lebih sering diplot sebagai gelandang bertahan di Newcastle, sebuah peran yang dinilai belum sepenuhnya mengeluarkan potensi terbaiknya sejak kepindahannya dari AC Milan. Jika Thuram dimainkan terlalu dalam, ada risiko kekuatannya tidak termanfaatkan secara optimal. Namun, melihat bagaimana Newcastle mencoba mengadaptasi peran Tonali, bukan tidak mungkin mereka juga memiliki rencana khusus untuk memaksimalkan kemampuan Thuram jika transfer raksasa ini terwujud.



Tinggalkan komentar