Ekonesia – Manchester United baru saja mengumumkan rekor pendapatan fantastis mencapai Rp 15 triliun. Namun, jangan harap Setan Merah bakal jor-joran di bursa transfer Januari nanti. Kenapa?
Baca juga: Air Bersih Mengalir! Petani Labuan Bajo Tersenyum Lebar
Klub kebanggaan kota Manchester ini memang sedang menikmati panen raya dari sisi komersial dan pendapatan pertandingan. Bayangkan saja, pemasukan dari sektor komersial mencapai Rp 7,46 triliun! Stadion Old Trafford pun menyumbang Rp 3,4 triliun ke kas klub.

Tapi, ada satu hal yang menghalangi MU untuk belanja pemain bintang. Aturan Profit and Sustainability Rules (PSR) menjadi batu sandungan. Klub tidak boleh merugi lebih dari Rp 2,35 triliun dalam tiga tahun.
Baca juga: Gagal! Siapa Nahkoda Baru Vale? RUPS Buntu!
CEO MU, Omar Berrada, mengakui klub sedang berbenah di segala lini. Investasi infrastruktur juga menjadi fokus utama. Renovasi fasilitas latihan tim utama di Carrington menelan biaya Rp 1,1 triliun.
Meski begitu, MU tetap harus pintar-pintar mengatur keuangan. Penjualan pemain menjadi kunci jika ingin mendatangkan amunisi baru. Jadi, jangan kaget jika MU lebih banyak melepas pemain daripada membeli di bursa transfer mendatang.
Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Erik ten Hag. Mampukah ia meracik tim yang kompetitif dengan sumber daya yang terbatas? Kita tunggu saja gebrakan selanjutnya dari Old Trafford.











Tinggalkan komentar