Ekonesia – Manchester United kembali menunjukkan taringnya dalam perburuan tiket Liga Champions musim depan. Kemenangan tipis 1-0 atas Everton di Goodison Park dini hari tadi bukan sekadar tiga poin biasa, melainkan suntikan moral krusial yang menempatkan mereka sejajar dengan para pesaing terdekat. Kini, skuad asuhan Michael Carrick berada di tengah pusaran persaingan sengit, berbagi 45 poin dengan Chelsea dan Liverpool, namun dengan satu laga lebih sedikit yang bisa menjadi keuntungan besar.
Baca juga: Harga Emas Antam Jeblok! Cuma Segini?
Gol tunggal yang memecah kebuntuan tercipta pada menit ke-71 melalui aksi Benjamin Sesko. Striker yang masuk dari bangku cadangan itu tampil sebagai pahlawan, menuntaskan umpan matang Bryan Mbeumo dengan ketenangan luar biasa, mengecoh penjaga gawang Jordan Pickford. Proses gol ini diawali oleh umpan terobosan cerdas dari Matheus Cunha yang berhasil merobek pertahanan tuan rumah.

Kemenangan ini terasa semakin berarti mengingat hasil yang diraih para rival. Aston Villa hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Leeds United, sementara Chelsea harus gigit jari setelah kebobolan gol penyama kedudukan di menit akhir saat menghadapi Burnley. Liverpool memang sukses meraih kemenangan atas Nottingham Forest melalui gol di fase akhir pertandingan, namun jarak poin dengan United kini sangat tipis, bahkan setara.
Baca juga: Barcelona Tahan Bintang Muda Keputusan Tegas
Saat ini, hanya enam poin yang memisahkan empat tim yang berambisi mendampingi Arsenal dan Manchester City di posisi lima besar. Dengan kompetisi Eropa yang akan segera kembali bergulir untuk tiga rival tersebut, jadwal domestik akan menjadi faktor penentu yang krusial dalam arah persaingan.
Setelah menaklukkan Everton, Manchester United dihadapkan pada serangkaian pertandingan yang tak kalah menantang. Pertemuan melawan Aston Villa pada 15 Maret berpotensi menjadi laga "enam poin" yang sangat menentukan. Begitu pula dengan lawatan ke markas Newcastle, tim yang kerap menyulitkan para raksasa Liga Inggris.
Tekanan dari tim-tim pesaing juga tak bisa dianggap remeh. Aston Villa akan lebih dulu bertandang ke markas Wolves pada 27 Februari sebelum menjamu Chelsea dan kemudian menghadapi Manchester United. Di sisi lain, Chelsea harus menjalani dua laga tandang beruntun melawan Arsenal dan Aston Villa, sebelum menjamu Newcastle dan bertemu Manchester City pada April. Rangkaian jadwal padat ini menunjukkan bahwa tidak ada ruang sedikit pun bagi tim mana pun untuk lengah. Selisih poin yang sangat tipis membuat satu hasil imbang saja bisa secara signifikan mengubah posisi di klasemen.
Kemenangan atas Everton memang memberikan Manchester United kendali atas nasib mereka sendiri untuk sementara waktu. Namun, dengan jadwal yang padat dan tekanan konstan dari para pesaing, konsistensi dalam lima pertandingan berikutnya akan menjadi pembeda utama antara sekadar bersaing dan benar-benar mengamankan tempat di Liga Champions musim depan. Ini adalah ujian sesungguhnya bagi mental dan performa tim.











Tinggalkan komentar