Ekonesia – Manchester United bersiap menghadapi bursa transfer musim panas yang penuh gejolak namun menjanjikan. Klub berjuluk Setan Merah ini diproyeksikan mampu menghimpun dana fantastis lebih dari Rp2 triliun melalui penjualan sejumlah pemain kunci. Langkah strategis ini diharapkan menjadi suntikan dana segar bagi manajer baru untuk merombak skuad secara signifikan.
Baca juga: UMKM Cetak Rekor Transaksi di TEI 2025
Setelah periode performa yang naik turun, Old Trafford kembali di ambang revolusi besar. Prediksi menyebutkan delapan pemain tim utama akan dilepas, membuka ruang finansial yang sangat dibutuhkan. Musim panas sebelumnya, United telah menghabiskan lebih dari Rp4 triliun untuk mendatangkan amunisi baru, yang sedikit menekan kondisi kas klub. Potensi penjualan kali ini bisa menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir, memberikan fleksibilitas anggaran yang luar biasa.

Dua nama yang hampir pasti angkat kaki adalah Jadon Sancho dan Tyrell Malacia. Sancho, yang masa peminjamannya di Aston Villa akan berakhir, diperkirakan sulit mendapatkan kontrak baru dan berpotensi dilepas tanpa biaya signifikan. Sementara itu, Malacia juga gagal menunjukkan perkembangan berarti, hanya tampil sepuluh kali dalam tiga musim terakhir, dan masa depannya di klub sangat diragukan setelah sempat dipinjamkan ke PSV.
Baca juga: Ekonesia – Sampah Jadi Cuan Listrik Tangerang Siap Action?
Gelandang tangguh asal Brasil, Casemiro, juga telah mengonfirmasi niatnya untuk meninggalkan klub. Meskipun masih dianggap penting, kepergiannya justru membawa keuntungan besar dari sisi finansial. Gajinya yang mencapai sekitar Rp7,1 miliar per pekan akan mengurangi beban anggaran gaji secara drastis, sekaligus membuka peluang bagi United untuk mendatangkan bintang baru dengan profil serupa.
Situasi serupa juga dialami Marcus Rashford, salah satu pemain dengan gaji tertinggi di klub, sekitar Rp6,1 miliar per pekan. United berharap dapat meraup keuntungan besar dari penjualannya. Barcelona dikabarkan memiliki opsi untuk mempermanenkan Rashford senilai sekitar Rp530 miliar. Namun, jika opsi tersebut tidak diambil, Setan Merah berpotensi mendapatkan tawaran yang lebih tinggi dari klub-klub lain yang berminat. Penyerang muda Rasmus Hojlund juga berpeluang mendatangkan pemasukan tambahan. Direktur olahraga Napoli, Giovanni Manna, bahkan menyebut transfer senilai sekitar Rp775 miliar sebagai formalitas, dengan syarat Napoli berhasil lolos ke Liga Champions musim depan.
Namun, tidak semua penjualan akan berjalan mulus. Manchester United mungkin perlu bekerja ekstra keras untuk melepas beberapa pemain lain seperti Manuel Ugarte, Joshua Zirkzee, dan Andre Onana. Ugarte, yang didatangkan dari PSG pada 2024 dengan harga fantastis sekitar Rp1 triliun, belum mampu memenuhi ekspektasi. Meski demikian, usia dan profilnya yang menjanjikan masih menarik minat sejumlah klub. Zirkzee, yang sempat menjadi incaran klub-klub Serie A pada bursa transfer Januari, kini menghadapi masa depan yang belum jelas di Old Trafford.
Di sektor penjaga gawang, posisi Andre Onana mulai tergeser setelah Senne Lammens tampil sebagai kiper utama. Meskipun Onana menunjukkan performa cukup baik saat dipinjamkan ke Trabzonspor di Liga Turki, United diperkirakan akan tetap melepasnya. Penampilan apiknya di Super Lig memang berpotensi menarik minat klub lain, namun United kemungkinan harus menerima harga jual yang jauh lebih rendah dari nilai transfer awalnya sekitar Rp897 miliar.
Jika seluruh rencana penjualan ini berjalan sesuai harapan, Manchester United akan memiliki keleluasaan finansial yang masif. Dana segar dari penjualan pemain, ditambah dengan penghematan gaji yang signifikan, akan menjadi modal utama bagi manajer baru untuk menyusun tim yang jauh lebih kompetitif dan siap bersaing di level tertinggi.




Tinggalkan komentar