Ekonesia – Anggota Dewan Ekonomi Nasional DEN Septian Hario Seto menyerukan langkah strategis untuk memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga target 8 persen. Fokus utama adalah menggenjot investasi khususnya di sektor hilirisasi. Langkah ini diyakini mampu mendongkrak kinerja ekspor, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan daya beli masyarakat. Seto juga menyoroti isu pemeringkatan global seperti MSCI sebagai "alarm keras" yang mendesak reformasi bursa saham nasional.
Baca juga: Langit Jakarta Gemerlap! HUT RI ke-80 Ditutup Spektakuler
DEN secara khusus menyoroti industri tekstil dan produk tekstil TPT serta alas kaki. Sektor manufaktur padat karya ini tengah menghadapi tekanan berat dalam daya saing dan kesulitan menembus pasar ekspor. Untuk mengatasi tantangan tersebut DEN mendorong penguatan perjanjian dagang Indonesia dengan negara mitra seperti Uni Eropa melalui skema IEU CEPA atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement. Harapannya adalah meningkatkan kembali daya saing dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk TPT dan alas kaki Indonesia di Eropa.

Kajian mendalam DEN juga merekomendasikan paket kebijakan komprehensif guna mempermudah iklim investasi di Tanah Air. Ini termasuk membuka potensi peran Danantara dalam ekosistem investasi nasional. Septian Hario Seto menegaskan pentingnya Indonesia menyikapi tantangan dari lembaga pemeringkat global seperti MSCI dan Moody’s. Peringatan dari lembaga-lembaga ini harus menjadi pemicu bagi Indonesia untuk terus berbenah dan meningkatkan daya saing industri serta menarik lebih banyak investasi ke dalam negeri.











Tinggalkan komentar