Minyak Dunia Terkapar Ancaman Pasokan Membanjir

Agus Riyadi

13 Februari 2026

2
Min Read

Ekonesia – Harga minyak mentah global baru-baru ini menunjukkan tren pelemahan, melanjutkan koreksi tajam yang terjadi sebelumnya. Pasar energi tampaknya mulai mengabaikan risiko geopolitik, sementara bayangan kelebihan pasokan kembali menghantui dan menekan sentimen investor.

Pada perdagangan terkini, harga minyak Brent tercatat bergerak di kisaran US$67,49 per barel, sedikit lebih rendah dibandingkan posisi sebelumnya. Senada, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dari Amerika Serikat juga berada di level sekitar US$62,79 per barel. Kedua kontrak utama ini menunjukkan pergerakan yang terbatas, mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar di tengah ketidakpastian.

Minyak Dunia Terkapar Ancaman Pasokan Membanjir
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dalam sepekan terakhir, Brent telah melorot dari area US$69 per barel, sementara WTI turun dari rentang US$64-65 per barel. Kondisi ini menyoroti potensi penutupan pekan yang negatif bagi kedua patokan harga minyak tersebut. Pergeseran arah pasar ini terjadi setelah kekhawatiran akan eskalasi konflik di Timur Tengah mereda, menyusul munculnya sinyal-sinyal positif terkait negosiasi lanjutan mengenai program nuklir Iran.

Faktor-faktor fundamental kini kembali mendominasi perhatian. Proyeksi pertumbuhan permintaan global yang cenderung lesu, ditambah dengan perkiraan pasokan yang diprediksi akan melampaui kebutuhan pasar sepanjang tahun ini, semakin mempersempit ruang gerak penguatan harga. Situasi ini diperparah oleh penumpukan signifikan cadangan minyak mentah di Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir.

Tekanan tambahan datang dari ekspektasi peningkatan suplai global, khususnya dari Venezuela. Pasar mulai memperhitungkan potensi kembalinya produksi minyak negara tersebut ke level yang lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang, seiring dengan pelonggaran pembatasan ekspor energi. Prospek ini semakin memperkuat narasi surplus di pasar minyak dunia.

Dengan minimnya katalis baru yang signifikan, pergerakan harga minyak saat ini lebih banyak ditentukan oleh dinamika fundamental. Tanpa adanya pemicu positif yang kuat, pasar cenderung menahan laju dan membuka peluang bagi pelemahan lanjutan dalam jangka pendek.

Ikuti kami di Google News

Tinggalkan komentar

Related Post